Ciri-ciri Pengelolaan Dana Desa Yang Tidak Transparan dan Tidak Efektif

PENGELOLAAN DANA DESA YANG KURANG BAIK

Berikut ini adalah ciri-ciri pengelolaan anggaran dana desa yang kurang efektif dan tidak transparan.

  1. Tidak ada papan proyek
  2. Laporan realisasi sama persis dengan RAB
  3. Lembaga Desa dan pengurusnya keluarga Kades semua
  4. BPDB mati Suri, alias pasif, alias makan gaji buta
  5. Kades pegang semua uang, bendahara hanya berfungsi ketika ambil uang dari bank saja
  6. Perangkat desa yang jujur dan vokal biasanya "dipinggirkan"

Baca Juga: Pengelolaan Dana Desa dan Kapasitas Desa Dalam Pelaksanaan Otonomi Desa

  1. Banyak kegiatan yang terlambat realisasi, padahal sudah ada anggaran
  2. Musswarah desa hanya sedikit yang hadir. Mukanya hanya itu-itu saja dari tahun ke tahun. yang tidak kritis biasanya tidak diundang
  3. Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tidak berkembang
  4. Belanja barang dan Jasa dimonopoli Kades
  5. Tidak ada sosialisasi program dan realisasinya kepada masyarakat
  6. Pemerintah desa atau Kades akan marah kalau ada yang tanya soal anggaran dan kegiatan serta anggaran desa
  7. Kades dan perangkat Desa dalam waktu singkat, mampu membeli mobil dan bangun rumah dengan harga atau biaya ratusan juta. Padahal sumber penghasilan tidak sepadan dengan apa yang terlihat sebagai pendapatannya.

Baca Lainnya:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel