Ringkasan Buku Pdt. Erastus Sabdono Tentang Lucifer dan Tritunggal (Roh Kudus, Yesus Kristus dan Allah Bapa) yang menuai Polemik

Ajaran Pdt Erastus tentang Tritunggal dan Lucifer
Pdt. Dr. Erastus_Sabdono, M. Th. Sumber Gambar: Wikipedi.org

BUKU 1:  Judul: Roh Kudus (Terbitan Rehobot Literatur tahun 2018)
  • Halaman 15: Roh Kudus bisa dikatakan sebagai Pribadi ketiga secara relatif. Kalau Roh Allah atau Roh Kudus bisa dikatakan mutlak sebagai Pribadi Ketiga, maka penjelasan mengenai Allah yang Esa menjadi sangat sulit dan kacau . Roh Kudus dipahami tidak terpisah dari Bapa.
  • Halaman 19, 22-23: Saat Tuhan Yesus menjadi manusia, Ia memiliki risiko kemungkinan terpisah dari Allah Bapa selamanya. Perpisahan Pribadi dengan Bapa ini membuka kemungkinan Tuhan Yesus memiliki kehendak sendiri yang berbeda dengan Bapa.
  • Halaman 14, 15: Roh Kudus dipahami menyatu dengan Bapa dan tidak terpisah, sementara Yesus benar-benar terpisah dari Bapa. Dan seperti di atas, keterpisahan dari Bapa dapat membuat Yesus terpisah selamanya bila tidak taat kepada Bapa . Dengan demikian Allah belum tentu Tritunggal namun bisa Dwitunggal.
  • Halaman 15: Bapa menjadi mahahadir karena Roh Kudus yang ada di mana-mana 
_________________________
BUKU 2:  Judul: Keselamatan di luar Kristen (Terbitan Rehobot Literatur tahun 2016) 
  • Halaman 65: Sabdono menyatakan bahwa ada dua standar dalam keselamatan. Pertama adalah bagi orang yang mendengar Injil dan kedua adalah mereka yang tidak mendengar Injil. Kualitas keselamatannya pun dengan demikian berbeda. Keselamatan bagi orang percaya berarti dikembalikan kepada gambar Allah semula sehingga suatu hari nanti dilayakkan bersama dengan Tuhan dalam kemuliaan. Keselamatan bagi orang yang tidak mengenal Injil adalah diperkenankan masuk dunia yang akan datang sebagai anggota masyarakat .
  • Halaman 66: Sabdono mengatakan bahwa bila orang Kristen gagal mencapai keberkenanan di hadapan Bapa atau tidak sempurna, namun didapati berbuat baik menurut Tuhan, maka akan digolongkan kelompok orang yang berbuat baik yang diperkenan masuk dunia yang akan datang atau menjadi anggota masyarakat. Tetapi bila mereka berbuat jahat, maka mereka dibuang ke dalam lautan api.
_________________________
BUKU 3:  Judul: Lucifer (Terbitan Rehobot Literatur tahun 2016) 
  • Halaman 13: Menurut Sabdono, Lucifer dipahami sebagai anak Allah. Dasarnya adalah dalam Kitab Ayub, malaikat-malaikat Allah disebut bene haelohim (םיהלאה ינב) dalam Tanakh (Ay. 1:6; 38:7) yang arti harfiahnya adalah anak-anak Allah. Sabdono juga mengutip Ibr. 12:9 yang menyatakan bahwa Allah adalah “Bapa segala roh” (πατρὶ τῶν πνευμάτων) yang dipahami sebagai asal-muasal segala roh, termasuk malaikat. Karenanya, malaikat-malaikat dapat disebut anak-anak Allah. Lucifer juga memiliki roh dari Bapa dan karenanya ia adalah anak Allah Bapa yang istimewa. Pada mulanya, Lucifer adalah anak Allah. Sejak ia jatuh, ia bukan lagi anak Allah (h. 13). Karena itu, Lucifer, yang dipahami sebagai salah satu malaikat, berarti juga adalah Anak Allah.
  • Halaman 54: Menurut Sabdono, Lucifer bukan malaikat, karena ia diciptakan dalam kesempurnaan. Selain itu, Alkitab tidak pernah menyebut Lucifer sebagai malaikat. Kemudian, komponen yang ada pada Allah juga ada padanya .
  • Halaman 59 -79): Menurut Sabdono, Lucifer diciptakan segambar dengan Allah karena ia adalah gambar dari kesempurnaan (Yeh. 28:12)  Lucifer adalah mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki keberadaan seperti Allah. Kesempurnaan menunjuk kepada kualitas Allah sendiri (h. 59). Ia diciptakan sudah dalam kesempurnaan yang permanen (h. 59).
  • Halaman 61: Menurut Sabdono, Lucifer memiliki kedudukan lebih tinggi dari malaikat, bahkan lebih tinggi dari penghulu malaikat (Mikhael). Karenanya, Lucifer adalah anak Allah yang istimewa sebelum jatuh dalam dosa dan mendapat pelayanan dari para malaikat di Eden (di surga)

Baca juga: YESUS BUKAN TUHAN ??

  • Halaman 91: Menurut Sabdono, ada tiga anak terkemuka Allah Bapa. Pertama, Anak Tunggal Bapa, Tuhan Yesus Kristus yang keluar dari Bapa, kedua, Bintang Timur Putra Fajar (yaitu Lucifer) dan terakhir adalah Adam, namun Lucifer dan Adam diciptakan oleh Tuhan Yesus. Lucifer adalah “putera” yang memberontak. Adam gagal mengalahkan Lucifer. Tuhan Yesus diutus untuk membinasakan pekerjaan Lucifer (h. 61). Lucifer adalah anak Allah yang memberontak kepada Bapanya (h. 62). Ia awalnya adalah pangeran Kerajaan Tuhan di surga (Yeh. 28:13). Ia juga dahulunya adalah anak Allah yang diciptakan-Nya (h. 92).
  • Halaman 114: Menurut Sabdono, ketika Tuhan Yesus menunjukkan ketaatan-Nya sampai mati di kayu salib (menumpahkan darah), maka Iblis terbukti bersalah. Kuasa atau kekuatan darah Tuhan Yesus terletak pada ketaatan-Nya kepada Allah Bapa (h. 100). Namun kemudian ia mengatakan bahwa Iblis (Lucifer) hanya bisa dikalahkan oleh darah Tuhan Yesus dan perkataan kesaksian mereka yang mengikuti gaya hidup Tuhan Yesus (Why. 12:11)
  • Halaman 24, 152: Menurut Sabdono, manusia diciptakan untuk menggenapi rencana Bapa, yaitu mengalahkan Iblis dengan membuktikan bahwa ia (Iblis) bersalah (corpus delicti) 
_________________________
BUKU 4:  Judul: Corpus Delicti, Hukum Kehidupan, (Terbitan Rehobot Literatur tahun 2016) 
  • Halaman 9: Sabdono menyatakan bahwa darah Tuhan Yesus dan perkataan kesaksian mereka yang dikatakan “tidak menyayangkan nyawanya” (ini menunjuk orang percaya yang mengikuti gaya hidup Tuhan Yesus: Why. 12:11). Ini menjadi dasar buku ini, di mana dikatakan “akan dikemukakan secara panjang lebar dalam tulisan ini. Dengan demikian harus ditegaskan bahwa yang dapat mengalahkan Iblis adalah Tuhan Yesus dan orang percaya yang memiliki kualitas seperti Tuhan Yesus sendiri”.
  • Halaman 25: Sabdono menyebut adanya Allah Anak yang ditujukan kepada Yesus dan ada Allah Bapa.
  • Halaman 26: Menurut Sabdono, Lucifer adalah mahluk istimewa yang tidak sama pula dengan malaikat.
  • Halaman 41, 42: Allah tidak langsung membinasakan Lucifer karena tindakan Lucifer belum bisa dibuktikan bersalah selama tidak ada verifikasi atau pembuktian bahwa Lucifer bersalah. Karenanya harus ada semacam corpus delicti bahwa Lucifer bersalah.

Baca Renungan Lainnya DISINI

Baca Juga: 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel