Kontroversi Steven Indra Wibowo, "Mantan" Pastor Yang Kini Jadi "Ustad"

Kisah Steven indra Wijaya
Steven indra Wijaya
SEORANG NETIZEN YANG MENGENAL DEKAT Steven Indra Wibowo MEMBOCORKAN MASA LALU  "MANTAN" PASTUR TERSEBUT. 

Yang perlu dipahami pertama, kalau kita lihat video-videonya dan tulisan-tulisan tentang beliau pasti banyak hal yang saling berbeda, saling kontradiktif. Tetapi okelah saya mencoba merangkum dari banyak tulisan dan video beliau di youtube.

Steven Indra Wibowo lahir tahun 1981. Masih tuaan saya ya ternyata? Dia mengaku putra dari seorang pebisnis (kemungkinan ayahnya etnis Chinese) yang juga seorang aktivis di GKI dan Gereja Bethel. 

Agak aneh memang, GKI dan Bethel dua-duanya emang denominasi di Kristen Protestan, tetapi setahu saya, nggak mungkin orang aktif di dua denominasi? Kalaupun benar aktivis pasti salah satu saja. Atau di tulisan lain dikatakan ayahnya aktivis PGI. Nah kalau PGI dan GKI itu baru mungkin?!

Baca Juga: Kontorversi Pdt. Erastus Sadono, Tentang Malaikat dan Lucifer

Ayahnya menggembleng Steven dan disiapkan untuk menjadi seorang bruder. Ini luar biasa sekali. Ayahnya aktivis Protestan, tetapi ingin agar anaknya jadi bruder yang nota bene salah satu klerik di Katolik. 
Nggak nyambung babar blas! Bahkan di tulisan lain, Steven ini jadi Pastor. Makin nggak nyambung.

Demi meraih ambisinya, sang ayah menyekolahkan Steven ke sekolah calon bruder sampai level SMP di yayasan Pangudi Luhur di Ambarawa. 

What ? 
Sekolah calon bruder setingkat SMP ? 
Gila, sebagai orang ber-KTP Katolik, saya begitu kuper hingga nggak tau ada to sekolah calon bruder level SMP? 

Baca Juga:


Menurut pengakuan Steven di videonya, dia SD 5 tahun, SMP 2 tahun, SMA 2 tahun. 
Luar biasa pintarnya, akselerasi semua ndaaa dan satu lagi, SMA Steven itu SMA Teologi di Yayasan Pangudi Luhur.  Mampuss loe ! 
Cari sana deh sekolah itu kalau bisa nemuin? Google Map aja milih bunuh diri daripada suruh nyari.

Lalu menurut sebuah situs, Steven kuliah di Inggris. Tepatnya di Saint Michael's College.
Eh ternyata kita sama-sama alumni kolese Mikael ya mas. Cuma saya lulusan Mikael Solo, situ Michael Enggres. Kan sama sama D3 ya?

Steven pun ngaku dia ambil S2 nya di Belanda. Dia mau ambil ke Vatikan, tetapi di Vatikan itu nggak ada sekolah, jadi dia ambil di Belanda yang punya perpustakaan komplit. Kalau sampai Ustadz Bangun Samudra denger bahwa Steven bilang di Vatikan nggak ada sekolah, mereka berdua bisa kelahi? 

Baca Juga: Ayat Alkitab Tentang LGBT

Jangan pisahin gaesss!

Sekembalinya dari Belanda, Steven pun jadi Imam di Katedral Jakarta. Tiap hari dia membaptis orang (?) serta  menerima pengakuan dosa. Luar biasa, ternyata tiap hari ada yang dibaptis di Katedral Coy? Cerita tentang dia jadi Mualaf nggak usah dibahas ye, ntar jadinya bisa dituntut penistaan agama kalau kita kritisi berbagai alasan yang pastinya menggelikan?

Baca Juga: 

Nah singkat kata, dia udah nggak kerja di Katedral lagi. Resign.! Dan dia jadi kuli angkut di Cilegon. 

"Lho S2 dari Belanda kok jadi kuli angkut?"
Eh bro S2 nya kan Teologi, jadi nggak laku buat nglamar kerja. Paham nggak loe?"

"Lalu S3 nya kapan, kok punya gelar PhD?" 
Embuh, aku juga belum nemu dimana dia menamatkan PhD nya.

Lalu abis jadi kuli angkut, dia kerja jadi officeboy di sebuah perusahaan milik orang Australi kafir. Dia diterima karena bisa bahasa Inggris. Ya iyalah dia kan kuliah di Inggris dan Belanda. Jadi bahasa Inggrisnya cas cis cus jago.

Baca juga: YESUS BUKAN TUHAN ????


Lalu sama boss kafirnya dia disekolahin ke Binus, dan setelah lulus di Binus dia dihadiahi Umroh oleh bossnya.

"Mas, kalau ditulisan lain disebutkan dia di Binus karena beasiswa, bukan dikuliahin bossnya."

Lah kan udah dibilang tadi, pasti akan banyak pengakuan yang tidak nyambung satu sama lain. Kalau mau pasti tanya aja ke Binus, ini Steven dulu kuliah dibiayai boss nya apa dapat beasiswa? 
Paling jawaban Binus : "Steven yang mana ya?"

Sementara di tulisan lain ditulis dia meraih gelar S1 nya dari Unpad. Nah bingung kan? 
Sama saya juga!

Tambahan
Jadi Steven ini awalnya Misdinar, lalu dia menjadi Diakon. Setelah profesional dia diangkat menjadi Prodiakon. Kata pro kan artinya profesional kan ya, kalau Diakon aja itu artinya masih amatir. 
Nah setelah itu dia berkeputusan mengambil sakramen imamat. 
Ingat ya, ayahnya adalah aktivis GKI, Bethel dan bahkan PGI dan si Steven adalah Pastor Katolik.
Ini saya belum bahas tentang ordonya lho... dari sini aja udah paham kan?

Sekian perkenalan profil mantan kali ini.

Sumber: Georgius Rudy Jatmiko


Baca Renungan Harian Kristen >>>>DISINI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel