14 Jurus Jitu Agar Tulisan Diterima Redaksi Media


Panduan Penulisan Opini koran


Saat ini, menulis tidak sekedar hobi tetapi bisa jadi profesi. Bagaimana tidak, orang yang tekun menulis dapat menghasilkan uang dari setiap artikel yang mereka tulis. Banyak sekali penulis lepas (penulis free lancer) yang diincar banyak media online dan blogger untuk menulis konten di website mereka. Selain itu, menulis opini di Koran-koran lokal maupun nasional, juga menjadi peluang sendiri bagi para penulis opini. Namun, media tidak sembarangan dalam menerima artikel-artikel yang kita kirim ke dapur redaksi. Media biasanya, sangat selektif dengan semua artikel opini yang masuk, karena hal itu akan bersangkut paut dengan minat para pembaca setia yang pada akhirnya pengaruh besar terhadap rating media. Oleh sebab itu, tidak mudah suatu artikel bisa dimuat di media. Berikut ini tips dan trik jitu, agar opini atau artikel anda bisa dimuat di media.

  •  Kenali Fokus pemberitaan media tujuan anda kirim tulisan

Ada banyak media, baik online maupun ofline (media cetak). Dari sekian banyak itu, mereka mempunyai focus pemberitaan masing-masing. Ada yang fokusnya kepada khusus bidang pendidikan atau  agama. Ada juga yang fokus pada dunia hiburan saja, pada bidang ekonomi saya. Ada pula media yang fokusnya hanya pada teknologi informasi atau budaya saja dan berbagai bidang lainnya termasuk yang mencakup semua itu. 

  • Perhatikan Syarat jumlah kata dari media yang bersangkutan            

Pada umumnya, jumlah kata satu artikel opini adalah 800-1.000 kata. Namun itu, tergantung dari media masing-masaing. Karena itu, jangan kurang atau lebih dari yang disyaratkan.

  • Media yang Kritis atau Media “mainstream”

Meskipun jargon jurnlis adalah “selalu netral”, namun tidka dapat dipungkiri bahwa ada pula media yang tidak netral dalam pemberitaan. Untuk mengenali media yang sedang tidak netral itu, biasanya ada pemberitaan yang hanya fokus untuk mengkritik pihak-pihak tertentu saja. Misalnya, ada media yang sangat vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah di suatu daerah. Bisanya, hal seperti ini (bisa jadi) karena pemilik media yang bersangkutan lawan politik dari kepala daerah yang sedang menjabat. Oleh sebab itu, kita bisa manfaatkan situasi seperti ini. Tulislah opini yang memberikan kritik dan solusi terhadap kebijakan kepala daerah yang sedang dikritik oleh media yang bersangkutan. Pasti ini menjadi pertimbangan bagi redaksi.

  • Infomasi yang Faktual dan Aktual

Maksud dari trik adalah tulislah tentang masalah yang menjadi berita utama dari media yang bersangkutan. Faktual artinya, fakta atau berna-benar terjadi. Sementara actual artinya sedang hangat diberitakan atau kejadian yang sedang terjadi dan menjadi topik di media-media. Untuk mencari tau informasi yang aktual dan faktual itu, coba lihat berita apa yang menjadi halaman pertama Koran di daerah anda, atau Koran nasional.  Dengan demikian, opini atau artikel anda pasti menjadi pertimbangan bagi redaksi media.

  • Judul singkat  dan Penasaran

Salah satu trik penulis untuk mempengaruhi pembaca adalah judul tulisan yang buat pembaca penasaran. Misalnya, “Peran perempuan dalam pemberatasan korupsi” itu terlalu biasa. Bandingkan dengan ini, “Perempuan dan Korupsi”. Judul kedua akan membuat orang lebih penasaran. Sehingga dengan membaca judul akan menarik orang untuk membaca tulisan kita.

  • Buatlah dalam beberapa sub judul

Misalkan tulisan anda berjudul “Korupsi dan Supremasi Hukum”. Buatlah beberapa sub judul yang menggambarkan judul utama tulisan anda. Misalkan, Sub judul pertama, “Trend Korupsi di Indonesia” dan seterusnya.

  • Sudut pandang yang berbeda

Sudut pandang artinya bagaimana cara kita melihat suatu masalah. Jangan menulis dengan sudut pandang yang biasa. Cobalah untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda dari kebanyak penulis topik yang sama sebelumnya. Misalnya, kebanyakan penulis melihat solusi untuk pemberantasan korupsi adalah dengan hukuman mati dan perampasan aset. Mungkin lebih menarik kalau anda bisa menggali solusi yang berbeda dari itu.

Baca Juga:
  1. TutorialCara Menyimpan File Word langsung di Data D atau Local Disk D atau Drive D
  2. CaraBlokir Nomor HP SMS Penipuan
  3. Tutorialcara Copy PDF yang tidak Bisa Di Copy Paste

  • Jangan mengandung isu SARA atau Menyerang Pribadi Tertentu

Ini adalah hal yang sangat dilarang dalam etika jurnalistik. Karena itu, media akan sangat selektif terhadap tulisan-tulisan yang berbabau SARA. Tulisan yang menyerang pribadi tertentu pun tidak akan dimuat di media masa. Karena berakibat pada dampak hukum terhadap redaksi media yang bersangkutan dan menurunnya kepercayaan pembaca. Misalnya, kampanye hitam dan menyudutkan orang tertentu.

  • Bahasa yang mudah dimengerti , sederhana dan elegan serta tidak bertele-tele

Agar dapat melakukan ini, kita perlu banyak perbendaharaan kosa kata. Satu-satunya cara untuk mendapatkan kosa kata adalah dengan membaca banyak buku. Tantangannya adalah banyak penulis pemula yang menggunakan kata yang sama secara berulang-ulang sehingga membosankan bagi para pembaca.Misalnya, begini, “Dampak korupsi dapat mengganggu perekonomian Negara. Untuk menghindari hal itu, kita harus berantas korupsi dari akar-akarnya. Untuk itu, kita harus tegakkan hukum”. Lihat kata “untuk” yang saya garisbawahi. Itu agak membosankan bukan? Karena kata “untuk” digunakan secara berulang-ulang. Coba bandingkan dengan ini: “guna menghindari hal itu, korupsi harus diberantas dari akar-akarnya. Sebab itu, kita harus tegakkan hukum”. Agar hindari pengulangan,  kata,  Untuk” bisa diganti dengan “guna atau agar”, kata “tetapi” bisa diganti dengan “namun”,dan suku kata  karena itu”, bisa diganti dengan “sebab itu”, dan seterusnya.

  • Penempatan tanda baca yang benar dan tepat

Ini sangat berpengaruh terhadap opini anda. Jadi,perhatikan penempatan tanda titik da tanda koma dengan benar. Bacalah artikel-artikel tentang aturan penempatan tanda baca yang tepat di internet.

  • Coba sedikit diramu dengan kutipan ilmiah atau buku

Misalnya anda sedang tulis tentang pelayanan publik yang mengedepankan prinsip-prinsip good governace. Cobalah untuk mengutip temuan-temuan para ahli melalui buku atau jurnal ilmiah tentang prinsip good governance itu seperti apa dan bagaimana caranya diaplikasikan. Dengan demikian, opini anda didukung oleh argumentasi yang sangat kuat.

  • Kalimat jangan terlalu panjang dan kata-kata tidak berulang-ulang

Panjang kalimat yang ideal biasanya 10-13 suku kata per kalimat. Dan jangan lupa prisip kalimat harus S.P.O.K. Hal ini untuk menghindari kalimat yang bertele-tele dan membosankan bagi para pemcaba.

  • Paragraf jangan terlalu Panjang

Paragraf yang baik hanya memuat kurang lebih 30-40 sukut kata. Paragraph ini akan sangat pengaruh terhadap psikologi pembaca ketika membaca tulisan anda. Kalau membaca tulisan yang dari atas sampai bawah hanya satu paragraph akan lebih membosankan dari pada tulisan yang dibuat dalam beberapa paragrah.

  • Jangan biasakan Kutip Pengertian dan Wikipedia dan KKBI

Hal ini tidak berarti kita tidak boleh kutip arti dari KKBI dan Wikipedia, tetapi hindari agar ini tidak menjadi kebiasaan yang kadangkala membosankan. Kita kutip ketika itu memang ada istilah khusus yang kurang popular dan perlu dijelaskan kepada pemnaca. Biasanya, para penulis pemula selalu memulai tulisan mereka dengan definisi dan pengertian, dan sebagainya dan itu mereka kutip mentah-mentah dari Wikipedia atau KKBI. Hal ini harus dihindari. Kalaupun terpaksa, cobalah untuk memparafrase atau menulis ulang dengan kata-kata anda sendiri. Supaya terlihat lebih professional.



Artikel Tutorialnya:
  1. Caramengatasi pesan error 522 dan Ray ID di modem huawei e153
  2. CaraMenampilkan Indikator Wifi atau sinyal wifi di Taskbar Laptop
 



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel