Contoh Laporan Magang di Birokrasi Pemerintah

laporan magang di instansi pemerintah

BAB III
PELAKSANAAN MAGANG


BACA BAB 1 DAN BAB 2: DISINI
A.    Jenis Kegiatan yang Dilakukan
Dalam pelaksanaan Magang yang telah dilaksanakan selama satu bulan, tepatnya dari tanggal 5 Agustus-5 September 2011 banyak hal yang telah penulis pelajari dalam dunia kerja khususnya pada Biro Umum dan lebih khusus lagi Bagian Humas dan Protokol Setda Nusa Tenggara Timur.
Adapun jadwal kerja yang berlaku dalam instansi Propvinsi Nusa Tenggara Timur yaitu, lima hari kerja yang di atur sebagai berikut:
Hari Senin – Kamis           : pukul 07.30-16.00 WITA, sedangkan
Hari Jumat                         : pukul 07.30-16.30 WITA

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama magang di Biro Umum Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya pada bagian Humas dan Protokol dan Sub bagian Humas, antara lain adalah sebagai berikut:
1)      Hari pertama adalah melaporkan diri sekalian memperkenalkan diri kepada staf pada bagian masing-masing.
2)      Hari kedua adalah Pengenalan lingkungan kerja dan struktur organisasi pada Setda Nusa Tenggara Timur.
3)      Hari ketiga, belajar memahami berita actual yang akan diketik yang dibantu oleh staf di sub bagian  Humas.
4)      Setelah memahami berita actual, maka hari berikutnya adalah mengetik berita actual dari surat kabar lokal.
Perlu diketahui mengetik berita actual ini merupakan salah satu tupoksi Sub Bagian Humas Setda nusa Tenggara Timur. Dimana setiap berita actual terbitan media cetak local di Nusa Tenggara Timur diketik dan akan dimasukkan ke bagian Tata Usaha Pimpinan, Setda Nusa Tenggara Timur.
5)      Hari berikutnya adalah meliput kegiatan Gubernur NTT dalam acara pembukaan Rakor Nasional Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur di Hotel Kristal Kupang.
6)      Meliput kegiatan Sekda Nusa Tenggara Timur dalam acara Penganugerahan Satya Lencana X, XX dan XXX tahun dan Purna Bhakti tahun 2011 bagi PNS di lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur.
7)      Selasa, Tanggal 16 Agustus 2011 meliput kegiatan Apel penghormatan dan renungan suci yang di hadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur dan para pimpinan SKPD lainnya.
8)       Rabu, tanggal 17 Agustus 2011, antara lain adalah:
a)      Pada pagi hari, meliput upacara detik-detik proklamasi ke 66- Republik Indonesia di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur.
b)      Pada siang hari meliput kegiatan Gubernur NTT dalam memberikan sambutan pada acara Launching Pengoperasian Kembali PT. Semen Kupang dan penandatanganan di atas kemasan produk baru PT. Semen Kupang oleh Gubernur NTT.
c)      Sore hari meliput upacara penurunan duplikat Bendera Pusaka di Alun-alun Rumah Jabatan Gunernur NTT.
d)     Malam hari meliput Jamuan Kenegaraan dalam rangka Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
9)      Kamis, 18 Agustus 2011 mengetik berita actual.
10)  Jumat 19 Agustus 2011
a)      Meliput kegiatan Gubernur NTT dalam acara pelepasan peserta pawai pembangunan dalam  rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
b)      Meliput kegiatan Gubernur NTT salam Rapat Paripurna di Gedung DPRD NTT.
11)  Meliput kegiatan Wakil Gubernur NTT dalam upacara HUT Pramuka ke-50 tahun 2011 sekaligus penganugerahan Satya Lencana Tunas Melati di alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT.
12)   Hari-hari selanjutnya adalah mengetik berita actual setiap hari dan itu menjadi rutinitas pada sub bagian Humas Pemerintah Nusa Tenggara Timur.



BACA BAB 1 DAN BAB 2: DISINI


Demikian beberapa kegiatan yang penulis lakukan dalam pelaksanaan Magang selama satu bulan di Biro Umum Setda NTT, bagian Humas dan Protokol khususnya Sub Bagian Humas Setda NTT.

B.     Hasil yang Diperolah Selama Kegiatam Magang
Sehubungan dengan harapan bahwa dalam pelaksanaan magang ini penulis akan mendapatkan hasil-hasil yang dapat memperkaya pengalaman pada perjalanan belajar selanjutnya, maka beberapa hasil yang diperoleh dapat dijelaskan seperti berikut ini.
1)      Dengan adanya pelaksanaan magang ini sebagai aplikasi dari proses belajar di kampus, maka penulis dapat terjun langsung dalam dunia kerja pada birokrasi public dan mengenal serta mempelajari lingkungan kerja di Birokrasi public.
2)      Merasakan bagaimana bekerja dalam ini suatu instansi pelayanan public tepatnya pada birokrasi public.
3)      Mengetahui proses-proses yang terjadi dalam birokrasi public terutama mengenai hal-hal disiplin dan nilai-nilai dalam pelayanan public.
4)      Membandingkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dengan dunia kerja pada tataran empiric dan secara nyata diantara kedua sangat tidak relevan. Dalam artian bahwa diantara teori dan prakteknya tidak sesuai. Mungkin inilah yang menyebabkan birokrasi itu penuh dengan formalitas dan berbeli-belit.

C.    Tantangan dan Hambatan
Sebagai mahasiswa tentu yang masih sangat minim dalam hal pengalaman kerja, maka penulis banyak menemukan tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan magang ini. Antara lain adalah sebagai berikut:
1)      Waktu pelaksanaan magang yang sangat singkat sehingga mahasiswa tidak dapat mendalami dengan baik semua jenis tugas dan kegiatan dalam lingkungan kerja tempat magang.
2)      Lingkungan kerja yang baru sehingga sulit untuk beradaptasi dengan tugas yang diemban karena itu perlu waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian diri sehingga merasa kaku dalam melaksanakan tugas.
3)      Kurang memahami semua rincian tugas dan fungsi dari Biro Umum.
4)      Jenis tugas dan pekerjaan yang dilaksanakan seringkali menimbulkan rasa jenuh karena mengetik ulang berita actual yang dimuat dalam media cetak itu menurut saya tidak penting. Sebab dengan membaca Koran saja orang sudah mengerti persoalannya. Jadi pekerjaan ini sangat membosankan dan hanya meruapakan sebuah pengulangan yang sebenarnya tidak perlu. Dengan demikian bisa timbul rasa jenuh.
5)      Aturan yang mengikat dalam lingkungan kerja kadang-kadang dapat mematikan kreativitas dan inovasi para pegawai.
D.    Manfaat Yang Diperoleh
1)      Dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari dalam proses perkuliahan misalnya tentang administrasi, manajemen dan berorganisasi.
2)      Mengenal hubungan kerja antar bagian dalam Biro umum Setda NTT.
3)      Mengetahui bagaimana jalur informasi dan jalur herarki serta koordinasi dibangun untuk mendukung pelaksanaan tugas antar bagian dan sub bagian di Biro Umum Setda NTT.
4)      Menambah pengalaman kerja dalam hal IPTEK yang menyangkut dengan administrasi.
5)      Menambah pengalaman terutama mengenai iklim birokrasi di lingkungan Setda Provinsi nusa Tenggara Timur.
6)      Membangun relasi dengan para pegawai di lingkungan Setda NTT khususnya pada Biro Umum.


BACA BAB 1 DAN BAB 2: DISINI

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Selama satu bulan penulis telah melewati masa magang ini, maka penulis membandingkan teori yan dipelajari dalam proses perkuliahan di kampus dengan praktek yang terjadi dilapangan sebagai sebuah catatan kritis dan sekaligus kesimpulan dari apa yang telah didapatkan dalam masa magang.
Selama enam semester, mahasiswa mempelajari tentang Administrasi Publik (Public Administration) yang adalah suatu bahasan ilmu sosial yang mempelajari tiga elemen penting kehidupan bernegara yang meliputi lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif serta hal- hal yang berkaitan dengan publik yang meliputi kebijakan publik, tujuan negara, dan etika yang mengatur penyelenggara negara. Lokus dari ilmu administrasi publik adalah kepentingan publik (public interest) dan urusan publik (public affair). Sementara fokusnya adalah teori organisasi dan ilmu manajemen.
Berbicara mengenai kepentingan public, maka sangat dekat dengan organisasi public. Dimana melalui organisasi public ini (birokrasi) kepentingan public itu diharapkan dapat terpenuhi. Karena disana ada pelayanan terhadap masyarakat. Sebab itulah orang-orang yang bekerja dalam orgaisasi public disebut sebagai pelayan public. Dan organisasi public ini juga seharusnya mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar dalam mengelola sumber-sumber baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Oleh sebab itu, organisasi public dituntut harus memiliki tenaga-tenaga yang terampil pada bidangnya untuk menjalankan misi tersebut.
Namun, pada tataran prakteknya, terjadinya kesenjangan yang begitu jauh antara harapan (toeri) dengan kenyataan (prakteknya). Keadaan empiric yang saya pelajari selama waktu magang, banyak para pelayan public yang tidak mempunyai kemampuan yang memadai dalam melayani kepentingan masyarakat, terutama dalam menggunakan teknologi computer. Selain itu, terjadi penumpukkan tenaga kerja, sehingga muncul “pengangguran terselubung” dalam organisasi ini. Hal ini diakibatkan oleh karena tenaga kerja lebih banyak dari pada apa yang harus dikerjakan atau tugas dan pekerjaan lebih terbatas dibandingkan dengan permintaan tenaga yang menyelesaikannya. Konsekuensinya adalah terjadi pemborosan terhadap uang belanja Negara untuk membayar tenaga-tenaga yang banyak tersebut tetapi tidak semuanya diperlukan. Oleh sebab itu, perlu perampingan stuktur organisasi sesuai dengan struktur tugas yang dikerjakan.
B.     Saran
1)      Saran untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana umumnya dan Ilmu Administrasi Negara Khususnya
a)      Saya menyarankan agar dalam proses ke depan kegiatan magang ini diberikan nilai atau Satuan Kredit Semester (SKS).
b)      Dalam penyusunan laporan harus ada format penilaian baik dari kampus maupun instansi dimana mahasiswa yang bersangkutan melaksanakan magang.
c)      Waktu pelaksanaan magang yang sangat terbatas, sehingga perlu dipertimbangkan kembali agar mungkin diberikan waktu untuk melaksanakan magang ini selama dua atau tiga bulan agar mahasiswa lebih kaya akan pengalaman.
2)      Saran untuk Biro Umum Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur
a)      Tingkatkan kemapuan personal pegawai terutama dalam memanfaatkan teknologi informasi.
b)      Tingkatkan pemahaman dan kesadaran serta mitra kerja terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan.
c)      Tingkat hubungan koordinasi dan rentang komando serta bangun komunikasi yang lebuh intensif antara pimpinan structural dengan staf.
d)     Menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan.
e)      Pembagian tugas yang jelas dan transparan.
f)       Tingkatkan pemahaman pegawai mengenai visi, misi dan tujuan serta sasaran dari Biro Umum agar semua pegawai dapat bertanggung jawab dalam pencapaian hal-hal tersebut.
g)      Tingkatkan kesadaran pegawai tentang penting suatu pelayanan terhadap masyarakat karena para birokrat ada bukan untuk dilayani malainkan untuk melayani kepentingan publik.

________________________________________  
KONTRIBUTOR/PENULIS: Sdr. Elkana Goro Leba, MPA. Artikel ini disesuaikan dari berbagai sumber, Mohon maaf bila ada kesalahan pengutipan atau informasi yang kurang tepat karena "TIADA GADING YANG TIDAK RETAK". Terima kasih, karena sudah mampir. Salam!
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR DI BAWAH.
________________________________________ 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel