Contoh Laporan KKN Individu

CONTOH LAPORAN KKN ILMU SOSIAL POLITIK
BAB II
GAMBARAN UMUM DESA TUAPUKAN


BAB III: Baca Disini
BAB I : Baca Disini
Baca Juga Peta Desa Tuapukan Disini

2.1  Profil Desa Tuapukan

Secara geografis, Tuapukan merupakan salah satu Desa di wilayah Kecamatan Kupang Timur,  Kabupaten Kupang, yang terletak di jalan Timor Raya Km. 24. Desa Tuapukan memiliki luas 1 x 1 km dengan batas wilayah antara lain :
a.       Bagian Utara berbatasan dengan Kelurahan Merdeka
b.      Bagian Selatan berbatasan dengan Desa Oefafi
c.       Bagian Timur berbatasan dengan Kelurahan Merdeka
d.      Bagian Barat berbatasan dengan Kali Pemancar
Dengan wilayah administrasi yang terbagi atas 4 (Empat) Dusun, 8 (Delapan) RW, dan 16 (Empat Belas) RT dengan penjabaran sebagai berikut :  Dusun I dengan nama “Felanusa “(RW 01 -02, RT 1-4), Dusun II “Ingggurala” (RW 03-04, RT 5-8), Dusun III “Tuarala” (RW 05-06, RT 9-12), dan Dusun IV “Sanggandolu” (RW 07-08, RT 13-16
Dalam rangka menjalankan roda pemerintahan, Desaa Tuapukan memiliki perangkat Desa yang berjumlah 4 orang yang terdiri dari : satu orang kepala Desa (Sementara dijabat oleh seorang Karteker), satu orang sekretaris, dan dua orang KAUR (KAUR Pemerintahan dan Kesejahteraan), serta perangkat Desa lainnya yaitu: para kepala Dusun yang terdiri atas 8 rukun warga dan 16 rukun tetangga.

2.2  SEJARAH TERBENTUKNYA DESA TUAPUKAN

Terbentuknya Desa Tuapukan berawal dari nama Tuadale yang merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Pemberian nama Tuadale dapat dilatar belakangi oleh adanya rentetan peristiwa yang terjadi pada masa lampau sehingga hal itu tidak bisa ditiru oleh siapapun juga. Tuadale berasal dari bahasa Rote Oenale yang artinya masyarakat hidup di dalam pohon lontar.
Tuadale bermula darisatu bentuk perkumpulan kecil yang diawali dengan kedatangan nenek moyang mereka dari pulau Rote (Markus Malu, Lasiama, Kapaoe). Ketiga orang inilah yang pertamakali membersihkan Tuadale yang kemudian disususl oleh keluarga yang lainnya termasuk masyarakat pendatang yang lainnya dan berawal dari ± 18 Kepala Rumah Tangga (KK) yang dipimpin oleh Nokik di Babau. Pada tahun 1901 orang-orang Rote sudah berada di Tuadale di bawah naungan Babau dan dipimpin oleh Nokik. Selanjutnya Tuadale dipimpin oleh temukung yang bernama Lasarus Mbeo dan akhirnya nama Tuadale diganti menjadi Tuapukan, yang terdiri dari dua suku kata yaitu: Tua artinya Tuak dan Pukan artinya kumpulan. Jadi Tuapukan berarti orangn-orang yang hidup dalam perkumpulan pohon-pohon tuak yang banyak.
Sebelum Tuadale diganti dengan nama Tuapukan, temukung Lasarus Mbeo berusaha agar Tuadale terlepas dari Babau. Dengan kerja kerasnya, maka masyarakat Tuadale begitu makmur pada waktu itu. Dan akhirnya diputuskan dari Babau untuk Tuadale bardiri sendiri hingga sekarang. Saat itu masih  di bawah dipimpin temukungLasarus Mbeo. Pada masa jabatnnya terdapat banyak kendala yakni batas wilayah dan masalah air bersih karena masyarakat Tuapukan mengambil air bersih sampai di Babau dan diberi nama Oli Nama.
Tuapukan merupakan bagian dari ke 9 ketemukungan yang pernah memimpin Tuapukan dan diantara 1 temukung diangkat menjadi kepala Desa pertama dalam wilayah kemenakan (Raja).
Pada masa pemerintahan tradisional, terdapat 9 temukung yaitu sebagai berikut.

Tabel 1: temukung Desa Tuapukan.
laporan kkn ilmu sosial
Sumber : Masyarakat Desa Tuapukan

Pada tahun 1962, pemerintah mengambil suatu kebijakan untuk menyeragamkan sistem pemerintahan tradisisonal yang dipimpin secara turun temurun menjadi sistem pemerintahan modern yang berdasarkan pada demokrasi Pancasila dengan berdasarkan peraturan-peraturan tersebut.
Maka, sejak tahun 1964 terbentuklah Desa Tuapukan dan dalam pemerintahan Desa Tuapukan sudah terjadi 5 kali pergantian Kepala Desa, diantaranya:
1) Arnoldus Sine, menjabat dari tahun 1954-1978, yang bermula dari Temukung dan kemudian diangkat menjadi kepada desa yang pertama.
2) Martinus Nggadas, menjabat dari tahun 1978- 1995
3) Martinus Mbeo, menjabat dari tahun 1995- 2003
4) Ayub Matias Sula, menjabat dari tahun 2003- 2006
5) Jacob Sine, menjabat dari tahun 2006- 2008 (status sebagai karteker karena kepala desa definitif belum terpilih)
6) Esaf Dakabesi, manjabat sebagai karteker dari tahun 2008- september 2011.
7) Adrianus Ndun, menjabat sebagai karteker dari oktober 2011- sekarang.

Adapun kendala dan keuntungan yang dialami oleh kepala desa Tuapukan dari tahun ke tahun hingga sekarang.
1.      Arnoldus Sine sebagai Kepala Desa pertama sampai ditahun 1978, memimpin desa Tuapukan dengan masalah air pada masyarakat Tuapukan tidak memadai atau tidak memenuhi kebutuhan akan air bersih. Selain itu, maslah pengerasan jalan pun ikut menghambat proses pembangunan di wilayah ini.
2.      Martinus Nggadas, adalah Kepala Desa yang ke- dua yang memimpin dari tahun 1978-1995 mendapat masalah batas wilayah Ddesa Tuapukan. Maslah yang berlarut-larut hinggah terjadi kerusuhan dengan Desa tetangga yang kemudian diselesaikan oleh Camat Filipus Na’u dengan keputusan bahwa tanah tersebut adalah milik Desa Tuapukan. Selain itu juga, ada masalah yang datang dari pengungsi eks- Timor Timur yang diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Masalah-maslah lainnya seperti ditahun 1983-1984, mengadakan kerja sama dengan dua desa yakni Desa Oefafi dan Desa Babau untuk membuka lahan Sawah yang berada di lokasi Desa Oefafi dan diberi nama Batu Oe yang artinya nama tiga desa tersebut. Selain itu, proyek penanaman Lontar sebanyak 25 Ha yang diresmikan oleh Camat Filipus Na’u. Pada tahun 1985 terjadi pemekaran dusun, sehinggah dari 2 dusun yang ada menjadi 4 dusun dan masing-masing diberi nama sebagai berikut: Dusun I diberi nama Felanusa yang artinya membangun bangsa dan negara; Dusun II diberi nama Inggurala yang artinya semua informasi dan kegiatan berpusat di sana; Dusun III diberi nama Tuarala yang artinya hidup di dalam Tuak; dan Dusun IV diberi nama Sangga Ndolu yang artinya harus satu hati, aman dan damai.

3. Martinus Mbeo, kepala desa ke 3 yang memimpin Desa Tuapukan dari tahunh 1995 sampai dengan tahun 2003. Pada saat kepemimpinannya, masalah yang Ia hadapi adalah maslah batas wilayah desa dan tidak berhasil untuk mencari kepala desa selanjutnya. Sehingga diganti dengan karteker atau pejabat sementara (PJS).

4. Ayub Matias Sula, adalah karteker pertama yang diangkat oleh Camat sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 untuk menjadi pimpinan sementara di Desa Tuapukan yang bertujuan untuk menjalankan administrasi Desa dan untuk memfasilitasi proses pemilihan kepala desa baru atau kepala desa definitif, namun yang terjadi jauh dari apa yang diharapkan oleh masyarakat. Kepala desa definitif tidak berhasil dipilih.

5. Jacob Sine, adalah Karteker kedua yang diangkat oleh Camat menggantikan Ayub Matias Sula sejak tahun 2006 sampai tahun 2008. Maslah yang terjadi sama pula seperti pada masa jabatan Ayub Matias Sula yakni tidak berhasil memfasilitasi pemilihan kepala desa definitif.

6. Esaf Dakabesi, adalh Karteker ketiga yang diangkat oleh Camat untuk menggantikan Jacob Sine dari tahun 2008 ssampai oktober 2011. Selama masa kepemimpinan bapak Esaf Dakabesi, masalah yang terjadi pun sama yakni gagal menyukseskan pemilihan dan pelantikan kepala desa definitif.

7. Setelah masa jabatan dari Bapak Esaf Dakabesi berakhir pada oktober 2011, yang menjabat karteker adalah Bapak Adrianus Ndun yang diangkat dan dilantik oleh Camat pada tanggal 17 oktober 2011. Bapak Adrianus Ndun ini yang sekarang menjabat sebagai karteker ke-empat di Desa Tuapukan.

\
Demikian sejarah terbentuknya Desa Tuapukan dari sistem pemerintahan Temukung hingga sistem pemerintahan Demokrasi saat ini. Apabila ada kesalahan dan kekeliruan dalam penulisan di atas, kami atas nama Mahasiswa KKN-PPM Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang periode Oktober- Desember 2011 memohon agar dapat diperjelas dan ditambah agar bisa menjadi pegangan bagi generasi penerus Desa Tuapukan.


NARA SUMBER :
  • MARTINUS NGGADAS : Tokoh Adat
  • JEREMIAS NDUN : Tokoh Masyarakat
  • GABRIEL PANDIE : Tokoh Masyarakat
  • KEVIN E. NALE : Aparat Desa
  • SAMUEL NGGADAS : Tokoh Masyarakat
  • FILIPUS KOTTE : Kepala Dusun I
  • DANIEL ADOE : Tokoh Masyarakat
  • FOLKES NGGADAS : Kepala Dusun II

2.3  Kependudukan
Perubahan penduduk disuatu wilayah pada dasarnya dipengaruhi oleh 3 (Tiga) faktor yaitu : kelahiran, kematian, dan migrasi (Perpindahan penduduk antar wilayah), sehingga berdasarkan data dar Dokumen Rencana Pemb angunan Jangka Menengah Desa (RPJM – DES) tahun 2011 – 2015 jumlah penduduk di Desa Tuapukan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Laki – laki       :  1892 Jiwa
Perempuan      :  2031 Jiwa
Jumlah             :  3923 Jiwa
Dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 802 KK. Kepadatan penduduk mencapai 4 per kilometer yangb tersebar di 4 wilayah dusun. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut ini :

Tabel 2. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin
laporan kkn ilmu sosial politik
Sumber : Hasil Sensus Penduduk

Tabel di atas menunjukan bahwa jumlah penduduk perempuan di Desa Tuapukan lebih banyak yakni 2031 jiwa sementara penduduk laki – laki berjumlah 1892 jiwa. Penduduk Desa Tuapukan termasuk desa dengan jumlah penduduk yang cukup padat dengan wilayah desa yang tidak terlalu luas. Adapun pengelompokan jumlah penduduk Desa Tuapukan menurut kelompok umur dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 3. Klasifikasi Penduduk Menurut Kelompok Umur
laporan kkn ilmu administrasi negara

Sumber : Hasil Sensus Penduduk

Berdasarkan data  di atas maka dapat diketahui bahwa Penduduk di Desa Tuapukan didominasi oleh kelompok umur 46 – 60 tahun sebanyak 1035 jiwa atau 26,38 % dan kelompok yang relatif sedikit yakni kelompok umur di atas 75 tahun sebanyak 1 jiwa yakni 0,03 %.

2.4  Sumber Daya Alam
Kondisi iklim di wilayah kabupaten kupang pada umumnya sama. Demikian pula dengan kondisi iklim di wilayah Desa Tuapukan, dimana keadaan iklimnya termasuk beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin muson dengan musim hujan yang tidak menentu. Curah hujan rata – rata mencapai 1mm per tahun dengan suhu udara 300C dengan kelembapan relative yaitu 10 %. Volume curah hujan tidak terlalu tinggi terutama pada musim kemarau sehingga ketersediaan air permukaan di daratan tidak cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat melakukan penggalia sumur.

4. Lahan
Selain Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Desa Tuapukan. Desa ini juga memiliki potensi lahan (SDA) sebagai penunjang kehidupan masyarakat. Antara lain : tanah perkebunan seluas 120 ha dengan hasil hutan, lontar 25 ton/tahun serta gula lontar 250 ton/tahun.

Jenis dan Kesuburan Tanah

  • Warna Tanah Sebagian Besar : Hitam
  • Tekstur Tanah : Lempungan/ Pasiran/ Debuan
  • Tingkat Kemiringan : -
  • Lahan Terlantar : 50 ha/m2

5. Kehutanan
Luas lahan menurut perorangan 673 ha


2.5  Sumber Daya Manusia
Pendidikan merupakan awal yang paling penting bagi manusia jika ingin bersaing di era yang dikatakan “perang pengetahuan”. Melalui pendidikanlah terjadi proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai budaya sambil meningkatkan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sangat menentukan potensi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Di samping itu, faktor usia menjadi salah satu tolok ukur sumber daya manusia yang tersedia. Dalam hal ini masyarakat yang masih tergolong dalam usia produktifitas (16 -60). 

2.6   Keadaan Ekonomi
Desa Tuapukan merupakan salah satu desa yang memiliki mata pencaharian penduduk yang beranekaragam. Adapun mata pencaharian penduduk Desa Tuapukan adalah sebagai berikut :

2.7  Sosial Budaya
1. Agama
Sebagaimana halnya di beberapa desa, penduduk Desa Tuapukan juga memeluk agama yang berbeda – beda.
Berdasarkan tabel di atas maka mayoritas penduduk Desa Tuapukan adalah penduduk beragama katolik (Hal ini dipengaruhi oleh jumlah warga Ex – Tim – Tim yang berdomisili di Desa Tuapukan), atau sekitar 51,52 %. Sementara yang beragama Kristen Protestan relatif lebih kecil yaitu 1900 orang atan 48,43 %, dan jumlah terkecil yaitu penduduk yang beragama islam sebanyak 2 orang atau 0,05 %


2. Pendidikan
Pendidikan merupakan awal yang paling penting bagi manusia jika ingin bersaing di era yang dikatakan “perang pengetahuan”. Melalui pendidikanlah terjadi proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai budaya sambil meningkatkan kualitas hidup manusia.
3. Kesehatan
Adapun beberapa sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki oleh Desa Tuapukan yaitu Puskesmas Pembantu, Posyandu, Paramedis, Dukun Bersalin Terlatih

2.8  Pemerintahan Desa
Struktur organisasi Pemerintah Desa Tuapukan terdiri atas 3 (Tiga) kepala urusan (KAUR), 4 Dusun, 8 Rukun Warga (RW), dan 14 Rukun Tetangga (RT).



BAB III: Baca Disini

BAB I : Baca Disini
Baca Juga Peta Desa Tuapukan Disini



KONTRIBUTOR: Sdr. Elkana Goro Leba. Artikel ini disesuaikan dari berbagai sumber, Mohon maaf bila ada kesalahan pengutipan atau informasi yang kurang tepat karena "TIADA GADING YANG TIDAK RETAK". Salam!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel