Catatan Toleransi: Wallahi demi Dzat yang menggenggam jiwaku


Wallahi demi Dzat yang menggenggam jiwaku.

Baru saja saya membaca tulisan tentang pro kontra masalah ucapan natal.
Sampai habis bonus membaca komen-komennya beberapa.
Dan menitik air mata saya.

Oh...
Saya baca larangan maupun yang diperbolehkan dalam Al Quran.
Bila dikata saya tak paham,silahkaaan.

Tiba tiba terbersit dalam hati "Allah SWT Sang Penguasa Semesta sangat mengasihi dan mencintai semua umat NYA...ciptaan NYA.Dan DIA sangat suka bila kita saling membahagiakan terbukti dengan senyum pada sesama pun terhitung sedekah dan amal baik"

Maka....
Bila mengucapkan selamat hari raya bisa membahagiakan orang/umat beragama lain.
Bila itu bisa merawat persaudaraan.
Bila itu bisa menumbuhkan kecintaan antar sesama.
Bila itu bisa memerangi kerusakan lebih parah di Bumi Allah SWT ini.
Dan paling utama...Bila cinta saya pada Ciptaan NYA Sang Maha Sempurna yang selalu saya harapkan Belas Kasihnya,mampu membuat IA mengasihi saya.
Saya Akan Mengucapkannya.
Karena Allah SWT Maha Tau apa yang dalam batin dan keimanan yang bersemayam disana kepada siapa.
Tak perlu koar -koar yang malah bisa merusak dengan asap dari rasa paling suci dan benar.

Bila surga kita saja belum pasti
Jangan merasa memiliki

Air Mata terus mengalir...wallahi...
Saya jadikan ini pertanda hati yang di "sentuh" NYA.
Dan bila ini membuat saya "terbuang" bagi sesama dengan kata murtadz, kafir dan sebagainya.
Biarlah ku berpasrah pada Kuasa NYA saja...dan semata.

SELAMAT MENYAMBUT HARI NATAL

Bagi saudara saudari ku yang merayakannya...

Saya berencana mengucapkan tepat di tanggal 25.
Tapi Allah SWT menuntun hati dan jari saya hari ini.

Semoga Damai melingkupi hati semua makhluk.
Hingga Damai akan menyebar Cinta dimana mana.

Salam Kamis
Mbok Dyah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel