Teori-teori tentang Sifat Dasar Manusia

Sifat baik dan buruk tidak akan pernah terlepas dari diri manusia. Ada orang yang bersifat baik dan ada juga yang bersifat buruk, ada yang awalnya bersifat baik namun kemudian sifatnya berubah menjadi buruk dan sebaliknya 

Dewasa ini sudah banyak teori-teori yaitu

1. Asas Emperisme (John Locke), yang berpendapat seseorang terlahir kedunia seperti kertas kosong atau meja yang dilapisi oleh lilin (Tabula Rasa), Lahir tanpa adanya pemabawaan, jadi yang menentukan baik buruk seseorang 100% pengaruhi pendidikan yang diperoleh dari lingkungan.

2. Asas Nativisme (Arthur Schopenhauer), yang berpendapat seseorang terlahir ke dunia dengan membawa pembawaan baik atau buruk. Jika pembawaan sejak lahirnya adalah baik maka dia akan menjadi orang yang baik namun apabila pembawaan sejak lahirnya buruk maka akan menjadi orang yang buruk.

3. Asas Naturalisme (Jean Jacques Rousseau), yang berpendapat seseorang terlahir ke dunia dalam pembawaan baik, kemudian menjadi buruk oleh campur tangan manusia, tidak ada manusia yang terlahir buruk.

4. Asas Konvergensi (William Stern), yang Menggabungan teori pendidikan Empirisme dengan teori Nativisme, Anak terlahir dengan pembawaan sejak lahir dan lingkungannya mempengaruhi perkembangannya. Jadi tergantung terhadap pengaruh mana yang lebih besar dalam menentukan baik buruknya, pembawaannya atau pengaruh dari lingkungan,

 Jean Jacques Rousseau , menggambarkan manusia yang hidup di taman surga dalam keadaan yang sederhana, bahagia, dan tenang. Dalam keadaan ini, individu memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri, dengan naluri dan bukan rasio, keinginannya tidak pernah melebihi kebutuhan fisiknya. Ia mempunyai dua instink dasar : mempertahakan diri sendiri dan simpati atau rasa kasihan atas penderitaan orang lain. Karena keadaan asli dan primitif lebih menguntungkan dan bukannya membahayakan individu serta orang lain, maka dapat dikatakan manusia pada dasarnya baik.
Menurut saya, manusia terlahir dengan membawa pembawaan yaitu baik dan buruk, berarti setiap manusia mempunyai sisi baik dan sisi buruk, yang bersifat mutlak dan pasif jika tidak ada pengaruh dan tekanan dari luar. Ketika adanya singgungan dari luar, jika singgungan tersebut tidak mengusik dirinya maka akan akan aktif sifat baik yang di wujudkan dengan tindakan yang baik, namun jika singgungan tersebut mengusik dirinya maka sifat buruk akan aktif dan diwujudkan dengan tindakan yang buruk. Dapat disimpulkan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik, karena dalam contoh diatas tidak ada yang mengusik dirinya karena hidup dengan keadaan yang sederhana, bahagia, dan tenang bagaimana jika hidup, miskin, kelaparan, sengsara belum tentu masih bisa bersikap baik. Karena pada dasarnya manusia membawa 2 pembawaan sekaligus baik dan buruk bukan salah satunya, yang hanya bersifat pasif jika tidak ada singgungan dari luar. Namun manusia dapat mengontrol semuanya dengan menggunakan akal pikirannya, terkadang manusia lepas kontrol dan terjadilah tindakan yang buruk.
Pembawaan baik buruk manusia juga bersifat dinamis, bisa berubah-ubah tergantung singgungan yang diterima, yang bersifat tetap adalah "karakter seseorang" bisa bersifat baik atau buruk. Karakter dibangun, diukir dari sejak lahir melalui otoritas sendiri dan pengaruh pendidikan dari luar, seperti orang tua, keluarga, saudara teman, guru, lingkungan sekitar, dll. Seseorang akan mempunyai karakter yang baik, ketika lingkungan selalu memberikan pemahaman dan tindakan yang baik. Sedangkan seseorang akan mempunyai karakter yang buruk ketika lingkungan sering memberikan pemahaman dan tindakan yang buruk. Pengalamanlah yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter seseorang dan itu dimulai terbentuk dan terukir dari sejak kecil terus terpahat sesuai dengan singgungan dari luar sampai dia mati. Ketika karakter tersebut sudah terbentuk ketika dewasa maka akan sangat susah untuk mengubah karena hal itu telah ditanam dari mulai lahir. makanya perlu memberikan pendidikan dan contoh yang baik terhadap anak mulai dari sejak kecil jangan mendidik dengan kekerasan baik dirumah maupun guru disekolah karena setiap singgungan buruk akan mengaktifkan pembawaan buruk seseorang ketika pembawaan buruk itu selalu aktif maka karakter yang akan terbentuk akan buruk. Seperti halnya proses dalam pembuatan patung  yang indah dan bernilai seni tingi, tentu di ukir dengan penuh perasaan, kesabaran dan ketegasan dari pengukirnya. Jika diukir dengan kekerasan, tanpa adanya pemahaman dan kesabaran maka hasilnya akan akan buruk dan tidak berharga.

________________________________________  
KONTRIBUTOR/PENULIS: Sdr. Elkana Goro Leba, MPA. Artikel ini disesuaikan dari berbagai sumber, Mohon maaf bila ada kesalahan pengutipan atau informasi yang kurang tepat karena "TIADA GADING YANG TIDAK RETAK". Terima kasih, karena sudah mampir. Salam!
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR DI BAWAH.
________________________________________ 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel