Catatan kekesalan: Keadilan di Negeri ini Hanya Milik Mayoritas


Percuma para pendiri bangsa dan negara ini merumuskan UUD '45 dan Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika. Para petinggi dan pejabat negara tidak tegas dalam mengenjawantahkan nilai-nilai dari ketiga dasar dalam hidup berbangsa dan bernegara yang tersebut di atas. Komitmen para Politisi Busuk yang mengobral janji untuk menegakkan hukum dan memanifestasi nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika hanya sebuah Retorika yang pantas disebut kebiadaban yang terbungkus  demokrasi kotor para poliTIKUS Korup yang hanya bisa membangun istana untuk dirinya sendiri. Menutup mata terhadap ketidakadilan dan menulikan telinga ketika rakyatnya sedang menangis.
Bukti kalau keadilan hanya milik mayoritas adalah dibiarkannya ORMAS-ORMAS yang berdemokrasi beratasnamakan MENJALANKAN AMANAH AJARAN AGAMA tertentu tetapi mengesampingkan kewajiban k0nstitusional dan nilai-nilai Pancasilais Bangsa dan negara. Ormas-ormas ini memfitnah kel0mpok kel0mpok min0ritas dengan kekerasan dan pembangkangan yang mengancamm persatuan dan kesatuan bangsa bahkan berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa. Hal yang paling memilukan dan membuat gerah adalah jika kaum min0ritas hanya menjalankan ajaran agama tanpa izin saja, yang sebenarnya tidak merusak fasilitas umum, tidak memfitnah agama tertentu, mereka diusir dan disingkirkan serta digusur dan memaksa mereka beribadah di jalan jalan umum, tetapi pada sisi lain, ormas ormas yang sudah jelas jelas melakukan penistaan, memfitnah agama lain, menghakimi agama lain sebagai orang kafir, berdem0krasi dengan merusak fasilitas umum, bertindak kekerasan atas nama Jihad, tetapi ditinggalkan melenggang bebas dimana mana. 

Dimana keadilan di negeri ini? apakah bangsa ini hanya milik kaum mayoritas saja? Bangsa ini, Kaum min0ritas sedang menangis atas ketidakadilan tetapi para petinggi yang telah bersumpah untuk menjunjung tinggi UUD dan PANCASILA hanya diam dan bungkam. Para wakil Rakyat hanya sibuk sikut menyikut untuk merebut kekuasaan seakan bangsa ini hanya milik mereka. Bila ini yang terjadi kemana lagi kaum min0ritas berteriak untuk mendapat keadilan? Hai para petinggi di negeri ini, dengarkan suara dan rintihan kami yang diperlakukan tidak adil. Bangsa ini sedang sakit. Bangsa ini bukan milik kalian yang mayoritas. (catatan kekesalan)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel