Pemuda adalah Agen Perubahan (Mengenang Hari lahirnya “Sumpah Pemuda” yang ke-86)


Bung Karno: Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.


Selamat merayakan hari lahirnya Sumpah Pemuda yang ke-86!
Sumpah pemuda. Semua orang pasti populer dengan dua suku kata itu, tetapi tidak semua orang ingat akan kata-katanya. Banyak orang yang sudah lupa akan teks sumpah pemuda. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia untuk melawan penjajah. Ikrar ini dipandang sebagai kristalisasi semangat juang untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia sebagai negara yang merdeka. Sumpah Pemuda meletakkan arah dan tujuan perjuangan menentang kolonialisme.
Kata “sumpah” adalah sebuah pernyataan untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhan seseorang tentang suatu hal. Sedang Secara fitra, masa muda merupakan jenjang kahidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pada masa ini. Oleh sebab itu, kata “sumpah” dalam teks sumpah pemuda menggambarkan kebenaran, kesungguhan, komitmen dan semangat para pemuda (putra-putri) Indonesia pada saat itu untuk mengusir  penjajah dan meneruskan gerakkan kemerdekaan Indonesia. Secara historis, “Sumpah Pemuda” merupakan keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu tanggal 27 s/d 28 Oktober tahun 1928 di Jakarta yang dulunya bernama Batavia. Keputusan ini mengandung 3 (tiga) pokok komitmen para pejuang kemerdekaan sekaligus menegaskan cita-cita segenap bangsa Indonesia. Yang PERTAMA menegaskan bahwa: “Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia”. KEDOEA manyatakan, “Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia”. Sedang yang KETIGA melukiskan bahwa, “Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia”. dan dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu ini sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya sehingga pada tahun 1928 ini juga lagu Indonesia Raya pertama kali dipublikasikan dalam media cetak, yakni surat kabar “Sin Po” dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan bangsa Indonesia. Karena betapa pentingnya janji dan sumpah ini, maka mulai saat itu, keputusan ini menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia yang dilakukan oleh para pemuda pejuang kemerdekaan dan agar disiarkan dalam semua surat kabar serta dapat dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan. Sumpah Pemuda juga menjadi genealogi-politik menuju Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Maka itulah, Sumpah Pemuda tidak lain adalah sebuah factum unionist atau akta lahirnya sebuah definisi bangsa berikut unit geografi politiknya yaitu “tanah air Indonesia” dan identitas nasional yakni bahasa Indonesia dan simbol merah putih.
Pemuda adalah Agen Perubahan
Kebangkitan pemuda sudah termanifestasi sejak bangsa ini masih dalam genggaman para penjajah hingga lahirnya era reformasi bahkan sampai saat ini, pemuda terus menjadi faktor penting dalam pembangunan bangsa. Kiprah pemuda Indonesia terlihat sejak tahun 1908 yang ditandai dengan berdirinya “Budi Utomo”. Semangat kebangkitan ini mengkristal dengan dideklarasikannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia hingga kini tidak terlepas dari eksistensi dan peran serta para pemuda. Peran pemuda terpampang dengan jelas pada awal perjuangan kemerdekaan hingga pascakemerdekaan bahkan lahirnya era reformasi. Peran dan perjuangan pemuda di era sekarang dengan era kolonial tentu tidak lagi sama. Bila dahulu perjuangan pemuda adalah mengusir penjajah untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan maka sekarang perjuangan pemuda adalah mempertahankan kemerdekaan dan “mengusir” para koruptor untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Artinya dahulu pemuda melawan bangsa asing (penjajah), tetapi kini kita melawan bangsa sendiri. Karena itulah Bung Karno pernah berkata “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
Bangsa Indonesia sedang menghadapi krisis multidimensi. Krisis dalam bidang politik, bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat, krisis kebudayaan dan moral, krisis kepercayaan rakyat kepada para penegak hukum, krisis kepercayaan rakyat terhadap wakil-wakilnya dan berbagai persoalan bangsa lainnya. Di sinilah dibutuhkan peranan penting pemuda sebagai agen perubahan (agen of change). Pemuda adalah harapan bangsa, agen-agen perubahan bagi bangsa ini. Pemuda adalah aktor utama dalam penyelesaian masalah di  bangsa Indonesia. Berbagai amunisi positif yang dimiliki pemuda tidak hanya menjadi inspirasi bagi dirinya sendiri, namun juga menjadi motivator bagi kelompok lain terutama dalam mewujudkan sebuah perubahan. Namun ketika diperhadapkan pada realitas saat ini, dimana berbagai problematika dialamatkan kepada pemuda. Mulai dari fenomena pengangguran, krisis mental, sampai pada krisis moralitas senantiasa melekat pada diri pemuda. Kasus perkelahian antar pelajar dan mahasiswa menjadi indikator regresitas pemuda. Oleh karena itu, pemuda tidak boleh diam apalagi apatis terhadap apa yang terjadi di bangsa ini. Banyak pemuda yang apatis terhadap masalah sekitarnya. Bahkan justru menjadi biang dari persoalan daerah bangsa.
Tidak perlu lakukan sesuatu yang besar untuk dikatakan pejuang. Pengorbanan yang kecil tetapi dengan cinta yang besar itu adalah sebuah pengorbanan yang sangat berarti bagi dunia dimana kita ada. Satu-satunya cara untuk mendedikasikan diri sebagai agen perubahan adalah dengan merubah diri sendiri mejadi lebih baik. Merubah diri tidak cukup dengan merubah penampilan fisik, tetapi yang lebih penting dari itu adalah pemikiran yang inovatif, mempunyai keahlian yang berdaya saing, keterampilan yang siap pakai serta problem solver (solusi) ketika daerah dan bangsa ini ada dalam masalah. Untuk itu, pemuda harus terus dan terus belajar dan belajar. Perubahan menjadi indikator penting bagi keberhasilan pemuda dalam setiap gerakan-gerakan sosial yang dilakukannya. Pemuda harus dengan sadar bahwa dalam rangka menciptakan perubahan membutuhkan sesuatu yang harus dikorbankan. Artinya, pengorbanan menjadi perihal yang mutlak diperlukan untuk menciptakan kondisi yang berubah. Sebagai contoh misalnya, seorang pelajar yang ingin mendapatkan prestasi terbaik, maka dia harus mengorbankan waktunya untuk belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin; mengorbankan egonya untuk tidak bermalas-malasan dan membuang waktu secara sia-sia, dan sebagainya. Maka tidak salah apabila Bung Karno pernah berujar, “berikan kepadaku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia”.
Pemuda adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sebagai tonggak pembangunan nasional, dapat dianalogikan seperti mata rantai yang tergerai panjang, posisi pemuda dalam masyarakat menempati mata rantai yang paling sentral dalam arti bahwa pemuda berperan untuk melestarikan nilai budaya bangsa, daya juang yang tinggi, pelopor dan perintis pembaruan melalui karya, karsa dan dedikasi serta memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam bingkai NKRI untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Sehingga Indoenesia menjadi negara yang aman, maju dan berkualitas di mata Internasional.
Karena itu, hai kawan-kawan segenap pemuda dan pemudi Indonesia, terutama yang ada di daerah NTT, ingat dan dedikasikan kata-kata Bung Karno, “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”. Sebab, Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali”. Bersiaplah untuk menantang kerasnya zaman dan lembutnya rayuan kebohongan-kebohongan para pengkhianat bangsa, siap diterpa, siap hempas sebab Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam dan perjuangan yang paling sulit adalah melawan bangsa sendiri.” Bangsa yang dihuni para koruptor dan tempat bersemayamnya para pendusta sejarah.

Hidup pemuda Indonesia. Kita adalah agen perubahan bagi masa depan bangsa ini yang lebih baik!
“Jangan tanyakan apa yang telah Negara lakukan untukmu, tetapi tanyakanlah apa yang kamu telah lakukan untuk Negara ini.”
Selamat merayakan hari Sumpah Pemuda yang ke-86!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel