Kekuatan Pasar (Market Power)



Kekuatan Pasar (Market Power)
Kemampuan perusahaan (pelaku pasar) dalam menaikkan harga barang dan jasa di  pasar dikenal dengan istilah market power (kekuatan pasar). Oleh sebab itu,  maka Kekuatan Pasar (market power) merupakan kemampuan yang dimiliki suatu perusahaan atau produsen tertentu untuk mengerahkan pengaruh signifikan atas jumlah barang dan jasa yang diperdagangkan atau harga di mana mereka dijual. Kekuatan pasar inilah yang menyebabkan kondisi pasar menjadi tidak efisien. Padahal secara teoritis, dalam pasar persaingan sempurna mensyaratkan bahwa pelaku pasar tidak memiliki kekuatan pasar atau zero market power; setiap pelaku pasar adalah price taker bukan price makerKekuatan pasar tidak ada ketika ada persaingan sempurna karena muncul bila ada monopoli dan atau Oligopoli dari perusahaan atau produsen tertentu saja. Melalui kekuatan pasar, para pelaku mampu mempengaruhi permintaan barang dan jasa dengan cara mengandalkan kekuatan mereka dalam memanipulasi harga, sehingga konsumen tidak dapat mengakses informasi tentang harga barang dan jasa yang dihasilkan atau dijual oleh perodusen.

Kekuatan pasar sangat dimungkinkan terjadi ketika ada monopoli dan persaingan tidak sempurna dalam pasar. Sebab, dalam situasi tertentu, monopoli dapat terjadi dimana satu pelaku pasar (perusahaan) mengendalikan seluruh aktivitas pasar. Sehingga produsen yang bersangkutan menjadi price maker. Perusahaan tersebut dapat menaikkan atau menurunkan harga atas barang dan jasa yang diproduksi. Kekuatan monopoli ini adalah bentuk kegagalan pasar yang paling menonjol. Konsumen dihadapkan pada situasi “tidak ada pilihan lain”, sehingga mau tidak mau konsumen harus bersedia membayar lebih meskipun harga barang dan jasa meningkat. Selain pasar monopoli, ada juga kondisi pasar yang pelakunya menguasai satu jenis barang atau jasa yang disebut dengan pasar oligopoli. Umumnya dilakukan oleh sejumlah perusahaan (juga disebut dengan kartel) dengan cara menetapkan harga jual dan pasokan terbatas. Akibatnya tidak ada persaingan harga secara sehat. 
Kegagalan Pasar
Kegagalan pasar terjadi ketika pasar gagal mengalokasikan sumber daya secara efisien. Kegagalan pasar (market failure) adalah ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar untuk berfungsi secara efisien dan menimbulkan keteguhan dan pertumbuhan ekonomi. Kegagalan ini mendorong pemerintah untuk menjalankan beberapa kegiatan ekonomi. Kegagalan pasar dapat disebabkan oleh adanya kekuatan pasar (market power), kekuatan pasar ada karena diakibatkan adanya monopoli dan atau oligopoli. Hyman (1989:331) “When markets fail to achieve efficiency, government intervention in the economy can provide us net benefits by influencing resource allocation in ways that affect the kinds and quantities of goods and services available.” Kegagalan pasar juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana pasar tidak memberikan respon atas suatu produk saat terjadi over supply maupun over demand. Harga tidak mampu membatasi permintaan dan tidak bisa meningkatkan penawaran sehingga tidak tercipta suatu pasar yang efisien. Contoh kekuatan pasar yang menyebabkan kegagalan pasar, produsen yang memiliki kekuatan pasar (monopoli), memilih mengenakan harga yang lebih tinggi dari pada biaya marginalnya dengan tetap memperoleh keuntungan.

Baca Kumpulan Tugas Kuliah >>>> DISINI


Kekuatan Pasar (market power) tidak Selalu Buruk
Salah satu kekuatan pasar adalah karena adanya monopoli. Pertanyaannya, apakah monopoli itu selalu buruk?Jawababnya tidak. Monopoli memang buruk pada beberapa kasus, karena menguasai pasar dan mendapat keuntungan di atas normal atau tidak wajar. Tetapi pada sisi lain, monopoli dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
J. Schumpeter dalam Budiono (1982) menyatakan fakta bahwa junstru industri-industri yang bersifat monopolistiklah yang menunjukkan adanya dinamika untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Sebab industri-industri yang monopolistis dengan keuntungan yang banyak, maka dapat digunakan untuk penelitian sehingga ada perkembangan dan inovasi-inovasi teknologi yang tentunya dapat menguntungkan kehidupan masyarakat luas. Selain itu, menurut Samuelson, tidak mungkin ada persaingan sempurna dalam pasar, sebab tidak semua perusahaan mempunyai kapasistas dalam produksi barang dan jasa itu sama, sehingga harus ada perusahaan yang kapasitas kecil dan juga besar. Perusahaan yang Kapasitasnya besar inilah yang dapat memproduksi  barang dengan jumlah yang banyak meskipun bersifat monopoli, kemudian menjadi peluang bagi perusahaan kecil untuk menjual dan memanfaatkan produknya untuk kepentingan masyarakat luas. Oleh sebab itu, tidak selamanya kekuatan pasar itu buruk.
Kekuatan pasar dan Kesejahteraan Masyarakat
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa pasar yang bersifat monopoli mengakibatkan adanya kekuatan pasar. Karena mempunyai kekuatan dalam mengendalikan pasar, maka produsen mempunyai keuntungan berlebih. Namun, dalam keadaan yang demikian pula, dapat menghasilkan inovasi-inovasi teknologi bagi kehidupan manusia. Selain itu, kekuatan pasar yang disebabkan oleh adanya monopoli pasar juga dapat mengahasilkan barang dan jasa dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi permintaan pasar. Dengan demikian maka, kebutuhan pasar dalam hal ini masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Maka itu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
Oleh sebab itu, kekuatan pasar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Kumpulan Tugas Kuliah >>>> DISINI





________________________________________  
KONTRIBUTOR/PENULIS: Sdr. Elkana Goro Leba, MPA. Artikel ini disesuaikan dari berbagai sumber, Mohon maaf bila ada kesalahan pengutipan atau informasi yang kurang tepat karena "TIADA GADING YANG TIDAK RETAK". Terima kasih, karena sudah mampir. Salam!
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR DI BAWAH.
________________________________________ 
Referensi
Hyman, David N, 1989, Microeconomics, Boston : Irwin, North Carolina State University
Budiono. 1982. Pengantar Ilmu Ekonomi. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
S. Nickell, J. Vainiomaki and S. Wadhwani. Wages and Product Market Power.1994.
                     London: The London  School of Economics and Political Science.
Sumarsono, Sony, 2007, Ekonomi Mikro, Teori dan Soal Latiham, Yogyakarta : Graha Ilmu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel