Barang Publik dan Eksternalitas



Eksternalitas Barang Publik 

  1. Apa itu eksternalitas dan apa barang publik

1.1.       Ekstrenalitas
Secara umum eksternalitas didefinisikan sebagai dampak (positif atau negative), atau dalam bahasa formal ekonomi sebagai net cost atau benefit, dari tindakan satu pihak terhadap pihak lain. Lebih spesifik lagi eksternalitas terjadi jika kegiatan produksi atau konsumsi dari satu pihak mempengaruhi utilitas (kegunaan) dari pihak lain secara tidak diinginkan, dan pihak pembuat eksternalitas tidak menyediakan kompensasi terhadap pihak yang terkena dampak. Eksternalitas erat kaitannya dengan efisiensi alokasi sumber daya. Dalam teori ekonomi sering dikatakan bahwa pasar adalah media untuk mengomunikasikan keinginan konsumen dan produsen. Ledyar (1987) mengemukakan bahwa kegagalan pasar dapat dipahami dengan pendekatan konsep keberhasilan pasar. Ada beberapa persyaratan yaitu : pasar eksis dengan hak kepemilikan yang jelas, konsumen dan produsen berlaku secara kompetitif, harga pasar diketahui konsumen dan produsen, serta tidak ada biaya transaksi.
Eksternalitas ada dua macam, yaitu Eksternalitas Negatif Eksternalitas Positive.


Baca Kumpulan Tugas Kuliah >>> DISINI


1.1.1.      Eksternalitas Negatif

Apabila pabrik penghasil alumunium mengeluarkan polusi , karena asap ini menciptakan resiko bagi kesehatan mereka yang menghirupnya, asap merupakan eksternalitas negative, bagaimana eksternalitas ni mempengaruhi eksternalitas pasar? Karna eksternalitas ini, biaya bagi masyarakat untuk memproduksi lebih besar daripada biaya produksi bagi para produsen, untuk setiap unit yang diproduksi , biaya sosialnya meliputi biaya swasta dari para produsen, ditambah biaya dari dampak buruk polusinya, kurva biaya social ini terletak diatas kurva penawaran, karena ini memperhitungkan biaya eksternalitas yang dikenakan masyarakat terhadap produsen. Perhatikan bila jumlah keseimbangan Qmarket, lebih besar daripada jumlah yang optimal secara social, Qoptimum, alas an dari ketidak efisienan ini adalah bahwa keseimbangan pasar hanya mencerminkan biaya produksi  dalam keseimbangan pasar, konsumen marginal menghargai  alumunium dibawah biaya marginal untuk memproduksinya. Artinya, pada Qmarket kurva permintaan berada dibawah kurva social. Dengan demikian mengurangi produksi alumunium dan juga konsumsinya hingga dibawah keseimbangan pasar akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Cara perancang social mencapai hasil yang optimal adalah dengan memberlakukan pajak kepada para produsen untuk setiap ton yang terjual. Pajak ini akan menggeser kurva alumunium keatas sebesar nilai pajak . jika pajak ini benar benar mencerminkan biaya social, maka kurva penawaran yang baru akan menempel dengan kurva biaya social.  Manfaat pajak semacam ini disebut internalisasi eksternalitas karena hal inimemberikan intensif kepada para pembeli dan penjual dipasar dengan memperhotungkan efek eksternal dari tindakan mereka. Produsen alumunium akan memperhitungkan dampak dari biaya polusi saat memutuskan berapa banyak alumunium yang dibuat. Karena mereka harus membayar biaya eksternal melalui pajak kebijakan ini didasarkan pada satu dari sepuluh prinsip ekonomi. Contoh eksternalitas negatif yaitu, timbulnya polusi dan pencemaran air yang dirasakan oleh manusia, hewan dan tumbuhan. Biaya bersama menurunnya kesehatan dan vitalitas yang disebabkan oleh merokok dan / atau penyalahgunaan alkohol. "Biaya" di sini, adalah bahwa memberikan kesejahteraan sosial yang minimal. Para ekonom lebih sering mengaitkan masalah ini dengan kategori moral hazard, bahwa pihak terisolasi dari risiko mungkin berperilaku berbeda dari cara mereka jika mereka sepenuhnya terkena risiko. Sebagai contoh, seorang individu dengan asuransi terhadap pencurian mobil mungkin kurang waspada tentang mengunci mobilnya, karena konsekuensi negatif dari pencurian mobil adalah (sebagian) ditanggung oleh perusahaan asuransi.


Baca Kumpulan Tugas Kuliah >>>DISINI


1.1.2.      Eksternalitas Positive

Meskipun beberapa jenis kegiatan menimbulkan biaya biaya bagi pihak ketiga, beberapa jenis kegiatan yang lain menghasilkan manfaat, contohnya pendidikan. Pendidikan menghasilkan eksternalitas positif karena populasi yang lebih terdidik akan menciptakan pemerintahan yang lebih baik, yang menguntungkan semua orang.  Konsumen dari pendidikan mendapat manfaatnya dalam bentuk upah yang lebih tinggi. Tetapi jika sebagian dari manfaat produktivitas dari pendidikan ini ternyata menguntungkan pihak pihak lain, maka efek ini dapat juga dianggap sebagai eksternalitas positif. Analisis dari eksternalitas positif sama dengan analisis negatif dari eksternalitas negatif.. sebagai mana ditunjukan pada figur 3 , kurva  permintaan tidak mencerminkan nilai barang itu bagi masyarakat. Karena nilai sosialnya lebih besar daripada nilai swastanya. Kurva nilai sosial berada diatas kurva permintaan . jumlah yang optimal ditemukan pada perpotongan kurva nilai sosial dengan kurva pernawaran ( yang mencerminkan biaya biaya).  Oleh karna itu, jumlah yang optimal secara sosial adalah lebih besar daripada jumlah yang ditentukan oleh pasar swasta. Contoh dari eksternalitas positif, yaitu  peningkatan pendidikan individu dapat membawa manfaat masyarakat yang lebih luas dalam bentuk ekonomi yang lebih besar pada produktivitas, tingkat pengangguran rendah, mobilitas rumah tangga yang lebih besar dan tingginya tingkat partisipasi politik.


Baca Juga:


1.2.       Barang publik adalah

Barang publik didefinisikan sebagai barang dimana jika diproduksi, produsen tidak memiliki kemampuan mengendalikan siapa yang berhak mendapatkannya. Berdasarkan ciri-cirinya, barang publik memilki dua sifat dominan yaitu sebagai berikut: Non-rivalry (tidak ada ketersaingan) atau non-divisible (tidak habis). Dimana konsumsi seorang terhadap barang publik tidak akan mengurangi konsumsi orang lain, dan Non-excludable (tidak ada larangan). Sifat ini sulit untuk melarang pihak lain untuk mengkonsumsi barang yang sama.
Jadi, barang publik merupakan barang konsumsi bersama dimana semua masyarakat dapat mengkonsumsinya tanpa adanya suatu pengorbanan dan tanggung jawab secaar langsung akan kerusakan. Barang publik hanya dapat disediakan oleh pemerintah, dimana pemerintah tidak meminta kompensasi secara langsung kepada masyarakat yang mengkonsumsinya. Barang public memiliki sifat tidak ada persaingan dan tidak ada pengecualian. Non persaingan berati konsumsi oleh satu individu tidak mengurangi ketersediaan untuk dikonsumsi oleh orang lain, dan tak dapat dikecualikan berarti bahwa tidak ada yang dapat dikecualikan secara efektif  menggunakan barang tersebut. Kebalikan dari barang publik adalah barang swasta, dimana terdapat pengecualian terhadap konsumsi barang tersebut. Penggunaan barang publik secara bersama-sama tersebut menimbulkan eksternalitas baik positif ataupun negatif.


Excludable (Dikecualikan )
Non-excludable (tidak Bisa dikecualikan)
Rivalrous
Private goods Swasta barang
food, clothing, cars, personal electronics makanan, pakaian, mobil, elektronik pribadi
Common goods (Common-pool resources) Barang umum (common-kolam sumber) fish stocks, timber, coal stok ikan, kayu, batu bara
Non-rivalrous
Club goods (Klub barang)
cinemas, private parks, satellite television bioskop, taman pribadi, televisi satelit
Barang publik
free-to-air television, air, national defense free-to-air televisi, udara, pertahanan nasional
Contoh umum barang publik meliputi: pertahanan, kembang api, mercusuar, udara bersih dan lingkungan barang, dan informasi, seperti pengembangan perangkat lunak, penulis, dan penemuan. Penegakan hukum, jalan, perpustakaan, museum, dan pendidikan yang umumnya merupakan klasifikasi sebagai barang publik, tetapi mereka secara teknis diklasifikasikan dalam hal ekonomi sebagai kuasi-publik barang karena dikecualikan.

Baca Juga:

2.      Mengapa pasar juga gagal ketika muncul Barang Publik dan Eksternalitas

2.1.       Ekternalisasi dan Kegagalan Pasar
Keberadaan eksternalitas pembuat pasar tidak mampu melakukan fungsi produksi dan alokasi secara efisien karena kita harus tahu bahwa dalam ada dua jenis eksternalitas yaitu technical externalities dan pecuaniary axternalities. Technical externalities yaitu tindakan seseorang dalam konsumsi atau produksi akan mempengaruhi tindakan konsumsi atau produksi yang lain tampa konpensasinya.pecuniary externalities menyangkut harga dalam perekonomian, yaitu dengan mempengaruhi kendala anggaran. Dalam hal ini eksternalitas produksi yang negatif, biaya pribadi yaitu biaya yang dihitung oleh pabrik untuk membayar semua faktor produksi yang digunakan menjadi terlalu kecil karena tidak memperhitungkan kerugian masyarakat,akibatnya barang yang dihasilkan oleh pabrik tersebut cenderung menjadi lebih banyak. Eksternalitas ini tidak menyebabkan harga-harga yang dtetapkan pengusaha tidak mencerminkan kelangkaan faktor produksi.dalam hal ini pabrik yang menimbulkan polusi sungai, karena kalkulasi harga hasil produksi tersebuut tidak memperhitungkan eksternalitas yang diterima oleh penduduk yang menggunakan air, maka biaya untuk pabrik menjadi lebih kecil dari pada biaya masyarakat, sehingga produksi pabrik menjadi lebih besar.


Baca Kumpulan Tugas Kuliah >>> DISINI


Selain itu juga bahwa harga tidak mencerminkan dengan tepat akan kelangkaan faktor produksi. Dalam hal ini eksterlitas yang negatif biaya produksi yang di hitung oleh pengusaha lebih kecil  di bandingkan dengan biaya yang diderita oleh masyarakat atau biaya sosial. Harga pasar tidak secara tepat mencerminkan mamfaat/ biaya sosial marginal barang yang diperdagangankan. Dalam hal ini eksternalitas yang sifatnya positif biaya produksi yang lebih besar dari pada biaya sosial, sehingga barang yang dihasilkan adalah lebih sedikit dari jumlah oleh masyarakat dianggab efisien. Dengan adanya eksternalitas mucul situasi penyimpangan di dalam biaya dan mamfaat marginal dari biaya atau mamfaat sosial marginal artinya produsen maupun konsumen tak peduli apakah yang dia produksikan atau yang dia konsumsikan itu bermamfaat atau merugikan yang lain.
Kemudian barang publik membuat pasar tidak mampu melaksanakan fungsi produksi dan alokasi secara efisien, barang publik ini merupakan konsumsi umum yang dicirikan oleh penawaran gabungan (joint supply) dan tidak bersaing dalam mengkonsumsinya (non-rivalry in consumption). Kedua adalah tidak ekslusif (non-exclusive) dalam pengertian bahwa penawaran tidak hanya diperuntukan untuk seseorang dan mengabaikan yang lainnya.barang publik tidak diperjual belikan sehingga tidak memiliki harga, barang publik dimanfaatkan berlebihan dan tidak mempunyai insentif untuk melestarikannya. Masyarakat atau konsumen cendrung acuh tak acuh untuk menentukan harga sesungguhnya dari barang publik.


Baca juga: 


2.        Bagaimana negara harus bersikap Persoalan Barang Publik dan Eksternalitas

2.1.            Regulasi
Regulasi adalah tindakan mengendalikan perilaku manusia atau masyarakat dengan aturan atau pembatasan. Dengan regulasi pemerintah dapat melarang atau mewajibkan perilaku atau tindakan, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh untuk dilakukan pihakpihak tertentu dalam rangka mengatasi eksternalitas. Dengan adanya regulasi memaksa penghasil polusi untuk mengurangi polusi yang dihasilkan industri karena polusi tersebut merupakan tanggung jawab pihak yang menghasilkan polusi.
Contohnya pemerintah membuat aturan bahwa membuang limbah pabrik ke dalam sungai merupakan tindakan kriminal dan akan dikenakan sanksi yang tegas bagi pelakunya, karena kita tahu biaya sosial membuang limbah pabrik ke dalam sungai lebih besar daripada keuntungan yang didapatkan pihak-pihak melakukannya Tetapi dalam kenyataannya regulasi ini sulit untuk diterapakan karena pada kenyataannya masalah polusi yang terjadi tidaklah selalu sederhana. Karena polusi merupakan efek sampingan yang tak terelakkan dari kegiatan produksi industri. Kita tidak dapat menghapus polusi secara total. Kita hanya bisa membatasi jumlah polusi hingga ambang tertentu. Sehingga tidak akan terlalu merusak lingkungan namun tidak juga menghalangi kegiatan produksi. Kita ambil saja contohnya kendaraan bermotor. Seperti kita ketahui gas yang dikeluarkan kendaraaan bermotor merupakan salah satu bentuk polusi. Jika kita ingin menghapus polusi secara total maka tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor. Dan itu tidak mungkin untuk dilakukan, karena kendaraan bermotor sedikit dapat membantu memperlancar proses produksi.
Regulasi ini memiliki kelemahan yaitu mewajibkan semua pabrik mengurangi polusinya dalam jumlah yang sama, padahal penurunan sama rata, bukan merupakan cara termurah menurunkan polusi. Ini dikarenakan kapasitas dan keperluan setiap pabrik untuk berpolusi berbeda-beda. Besar kemungkinan salah satu pabrik misalkan pabrik kertas, lebih mampu karena biayanya lebih murah untuk menurunkan polusi dibanding pabrik lain seperti pabrik baja. Jika keduanya dipaksa menurunkan polusi sama rata, maka operasi pabrik baja akan terganggu. Peraturan memaksa penghasil polusi untuk mengurangi polusi dengan menggunakan metode yang sama seperti yg mereka gunakan dan mereka harus membayar harga untuk biaya eksternalitas yang mereka hasilkan sebagai tanggung jawab mereka.



Baca Juga:

2.2.            Pajak pigouvian
Pajak Pigovian adalah pajak yang dikenakan pada kegiatan pasar yang menghasilkan eksternalitas negatif. Pajak ini dimaksudkan untuk memperbaiki pasar yang tidak efisien. Sebab, dengan adanya eksternalitas negatif, biaya sosial dari aktivitas pasar tidak tercakup oleh biaya pribadi kegiatan. Dalam kasus seperti itu, pasar tidak efisien dan dapat menyebabkan over-konsumsi produk. Salah satu contoh yang sering dikutip dari eksternalitas tersebut adalah pencemaran lingkungan.
Pajak piguvian merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi eksternalitas. Konsumen atau perusahaan yang menyebabkan eksternalitas harus membayar pajak samadengan dampak marjinal dari eksternalitas yang dibuat. Dengan itu membuat konsumen atau perusahaan memperhitungkan berapa banyak manfaat dan dampak dari jumlah barang yang diproduksi atau dikonsumsi perusahaan ataupun konsumen. Artinya dengan diterapakannya pajak akan memberikan insentif kepada para pemilik pabrik untuk sebanyakbanyaknya mengurangi polusinya. Semakin tinggi tingkat pajak yang dikenakan maka semakin banyak penurunan polusi yang terjadi. Eksternalitas menyebabkan perbedaan antara manfaat privat dan biaya social yang menyebabkan tidak tercapainya kondisi pareto optimal. Pemerintah harus campur tangan untuk mengatasi eksternalitas negatif. Ekonom Pigou menyarankan metode untuk mengatasi eksternalitas yaitu pajak pigovian. Ketika biaya marginal social melebihi biaya marginal pribadi pajak harus dikenakan kepada produsen. Dengan diwajibkannya pajak maka menyebabkan peningkatan harga dari komoditi yang diproduksi sehingga jumlah komoditi yang diminta menjadi berkurang. Sehinggaa produsen mengalami kerugian sehingga biaya marjinal social samadengan biaya marginal privat. Dalam beberapa kasus pemberlakuan pajak tidak tepat karena sulitnya menghitung biaya eksternalitas. Hal ini dikarenakan dibutuhkan waktu yang lama untuk mempelajari biaya akibat eksternalitas. Sementara keadaan sudah berubah sehingga diperlukan studi lagi dan tentu akan memerlukan waktu yang lama lagi.



Baca Juga:
2.3.            Subsidi
Ketika manfaat social melebihi manfaat pribadi maka subsidi harus diberikan kepada konsumen atau produsen. Subsidi mengarah pada penurunan dalam harga komoditi. Pemerintah dapat mensubsidi produsen untuk mengurangi dampak eksternalitas. Keuntungan produsen didapat dari subsidi pemerintah dan keuntungan masyarakat dalam hal pengurangan kerusakan dari dampak eksternalitas yang ditimbulkan perusahaan.
Kelemahan dari subsidi adalah perusahaan-perusahaan condong untuk melakukan eksternalitas karena dengan melakukan eksternalitas mereka akan mendapat subsidi dari pemerintah.
2.4.            Internalisasi
Eksternalitas perlu dikontrol. Oleh karenanya, maka untuk mengontrol eksternalitas pertama kali dibahas oleh David dan Whinston. David dan Whinston menganjurkan internalisasi untuk mengatasi eksternalitas sehingga biaya privat sama dengan biaya sosialnya. Inti dari internalisasi adalah misalnya jika ada perusahaan A menyebabkan eksternalitas negatif hanya kepada perusahaan B maka perusahaan A dan perusahaan B bersama-sama menghitung dampak dari eksternalitas. Dengan ini, efisiensi tidak akan muncul. Melakukan internalisasi merupakan hal yang sulit. Ambil saja contoh suatu industri suatu perusahaan menyebabkan eksternalitas bagi industri perusahaan lain. Dalam situasi ini internalisasi menyarankan perusahaan menjadi monopoli tunggal. Jika hal ini terjadi maka akanmenyebabkan kesejahteraan menjadi berkurang atau mungkin hilang. Internalisasi biasanya secara tidak alngsung membangun agen ekonomi yang lebih besar dan konsekuensi bertambahnya kekuatan pasar. Singkatnya internalisasi akan menghilangkan konsekuensi dari eksternalitas dengan cara memastikan bahwa biaya pribadi dengan biaya social disamakan. Masalah internalisasi bukanlah solusi yang praktis ketika konstribusi agen ekonomi secara terpisah ke dalam eksternalitas total dan memiliki kelemahan yang mengarah ke kuatan pasar meningkat.

Baca Kumpulan Tugas Kuliah >>> DISINI

Lainnya:
________________________________________  
KONTRIBUTOR/PENULIS: Sdr. Elkana Goro Leba, MPA. Artikel ini disesuaikan dari berbagai sumber, Mohon maaf bila ada kesalahan pengutipan atau informasi yang kurang tepat karena "TIADA GADING YANG TIDAK RETAK". Terima kasih, karena sudah mampir. Salam!
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR DI BAWAH.
________________________________________ 

Referensi
Ferry Prasetyia, SE., MappEc. Teori Eksternalitas Fakultas. Ekonomi Dan Bisnis, Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya
http://andisamiutia7.blogspot.com/2013/04/barangpublik-eksternalitas-dan-hak.html

https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101005062840AAZ551I

http://indah-89.blogspot.com/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel