SURAT UNTUK BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

SURAT UNTUK BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA


Kepada Yth : Bapak Presiden Bapak Presiden Republik Indonesia
Di_
Tempat
Salam Damai Sejahtera,
            Puji dan syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang dengan segala kuasaNya terus dan senantiasa memberikan kenikmatan yang tiada tara kepada kita semua. Terutama kepada Bapak yang senantiasa memimpin negeri tercinta ini dengan baik dan adil untuk mencapai kemakmuran. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan arahan kepada Bapak dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.
Bapak Presiden yang kami hormati, berkenanlah kiranya sejenak bapak mendengar suara hati kami melalui kertas putih yang dinodai dengan tinta hitam ini, utaian kata demi kata dalam kalimat yang merangkaikan nada keluh-kesah kami sebagai anak bangsa yang ingin sekali suara kami didengar, perasaan kami dimengerti, dan hidup kami dirubah oleh belas-kasih bapak yang perjuangkan nasib bangsa ini dari ketidakadilan dan kecongkakan para pengkhianat sejarah. Kami jutaan anak Indonesia yang hidupnya terkatung-katung dijalanan, kini harapan kami yang telah terkubur sekian lama, telah tumbuh kembali dengan kehadiran bapak sebagai presiden kami.

Bapak Presiden yang terhormat, sebagai anak Indonesia, tentunya kami mengidam-ngidamkan negara yang tentram, bangsa yang makmur dan pemerintahan yang bersih dan adil sehingga rakyatnya sejahtera dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote dalam bingkai NKRI. Bapak presiden yang kami hormati, kami anak Indonesia yang harapannya terkikis oleh kemiskinan. Bahkan kami sendiri tidak mengerti apa itu miskin, karena kami juga tidak tahu apa itu kaya.

Bapak presiden, tolong dengar jeritan hati kami. Kami ingin sekolah, kami ingin orangtua kami tidak lagi permasalahkan biaya ketika kami butuh uang untuk sekolah. Kami sedih melihat ayah dan ibu harus mengais sampah untuk menyambung hidup. Kami butuh rumah yang layak, kami kedinginan tidur di kolong-kolong jembatan. Kami butuh hidup layak, kami capek setiap hari mengulurkan tangan di lampu merah untuk meminta-minta, kami malu melihat ibu kami diburu dan dirazia karena dilarang meminta-minta, hati kami menjerit ketika kakak-kakak kami bunuh diri karena putus asa akibat tidak mendapat pekerjaan, kami sedih mendengar dan melihat ayah, ibu dan kakak kami disiksa di negeri orang karena jadi TKI. Kami tidak mau lagi hidup dalam kegelapan karena tidak ada listrik, kami tidak mau lagi hidup dalam kekeringan karena tidak ada air bersih.

Bapak Presiden yang terhormat, kami butuh rumah sakit dan puskesmas hingga ke desa-desa. Ibu kami dapat melahirkan di rumah sakit tanpa harus berjuang melewati gunung dan menuruni lembah untuk pergi ke rumah sakit. Kami ingin sehat. Tidak lagi diejek, diolok dan dijauhi oleh anak-anak orang kaya karena tubuh kami yang kurus, perut kami yang besar karena kurang gizi dan pakaian kami yang lusuh karena ayah dan ibu tidak punya uang untuk membeli yang baru. Bapak presiden, Kami butuh jalan yang baik. Kami capek berjalan tanpa alas kaki mengarungi teriknya matahari yang seakan membakar tubuh kami dari ujung rambut hingga telapak kaki, sementara yang lain (di daerah lain) duduk santai dalam mobil dan menikmati sejaknya AC. Tolong dengar jeritan kami melalui sepucuk kertas putih ini bapak presiden.

Demikian surat dari kami, anak Indonesia yang menjerit dengan harapan suara kami dapat didengar dan perasaan kami dimengerti oleh bapak presiden yang kami hormati dan kami harapkan akan memperjuangkan nasib dan hidup kami agar lebih baik. Atas perhatian bapak kami haturkan terima kasih. Selamat berjuang untuk bangsa dan Negara. Kami senantiasa mendoakan Bapak. Cinta dan kasih Tuhan yang maha kuasa itu selalu dan senantiasa menutun langkah bapak ke jalan yang benar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel