Realitas Kehidupan: “Ada” karena ada “Yang Ada”

realita ada yang mengatur

Realita ada yang mengaturnya: Realitas Kehidupan: “Ada” karena ada “Yang Ada

“Terang ada karena adanya gelap”. “Putih ada karena adanya hitam”. “Yang cantik ada kerana ada yang jelak”. “Yang enak ada karena ada yang tidak enak”. “Setelah ada karena adanya sebelum”
Kehidupan itu ada karena adanya hubungan Kausalitas. Satu hal terjadi disebabkan oleh hal lain yang terjadi, yang dikatakan penyebab akan menjadi akibat dari timbulnya akibat yang lain, akibat itu akan disebut penyebab ketika hal itu menyebabkan timbulnya akibat yang lain lagi, dan akan terjadi seterusnya seperti itu. Dari sisi waktu misalnya, “dahulu” ada karena “sekarang” ada. Artinya, yang baru suatu saat akan menjadi yang lama ketika yang baru mucul, dan yang baru yang baru muncul ini akan mejadi yang lama lagi ketika yang baru lagi datang, begitu seterusnya. Atau hal lain lagi misalnya, suatu pekerjaan ada karena adanya bidang (keahlian), dan bidang (keahlian) itu akan menjadi bidang  atau pekerjaan bagi keahlian yang lain lagi. Yang lain itu akan menjadi bidang lagi bagi yang lainnya, dan itu akan menjadi bidang keahlian yang mendatangkan beragam keahlian.
Agar kita mudah mencermati dan memahaminya, saya ilustrasikan dalam percapakan fiktif berikut ini:

Hakim KPK      : “mengapa anda jadi koruptor?”
Koruptor          : “kalau saya tidak korupsi pengacara tidak dapat uang”.
Pemerintah      : “kami mau menciptakan keamanan dan tidak akan ada lagi konflik di negara ini”.
Media              : “bagaimana kami mandapatkan uang kalau semuanya aman?”.
BNN                 : “kenapa kalian Pakai Narkoba?”
Pecandu Narkoba: “ Karyawan BNN tidak ada pekerjaan kalau kami tidak ada”.
Dosen              : “untuk apa kalian kuliah?”
Mahasiswa      : “kalau kami tidak kuliah bapak kehilangan pekerjaan”.
Guru (yang galak): “kamu bodoh sekali!!!”
Murid              : “kalau saya pintar, ibu tidak ada pekerjaan”.

Orang sakit      : “kenapa harus ada penyakit ini, buat saya menderita”.
Pengusaha obat: “kalau tidak ada penyakit saya PHK semua karyawan saya”.
Dokter             : “Kenapa ibu tidak jaga kesehatan supaya jangan sakit?”
Pasien              : “Kalau saya jaga kesehatan, dokter tidak dapat uang”.
Cowok             : “Kamu jelek sekali”.
Cewek              : “pacar kamu tidak cantik kalau saya tidak ada”.
Itulah realitas kehidupan ini, “Ada karena ada Yang Ada”. Bahkan ada orang yang hidup atas penderitaan orang lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel