“PERKEMBANGAN AGAMA KRISTEN PROTESTAN”

“PERKEMBANGAN AGAMA KRISTEN PROTESTAN”
1. Pengertian Agama Kristen Protestan
Agama Kristen mengandung arti “orang yang diurapi” yaitu orang yang digosok dengan minyak suci sebagai suatu upacara konsekrasi (pensucian).Jadi kata Kristen mengandung arti orang-orang yang telah dibaptiskan dengan perminyakan suci itu.Dengan pembaptisan tersebut orang telah diakui syah sebagai pengikut kristus (orang yang diurapi).Sesuai dengan kitab injil sebagai berikut:“… … … … dan tiada Engkau beri orang sucimu”.

Dalam kalangan umat Kristen terdapat juga berbagai aliran dan golongan,yaitu bukan sedikit pula jumlahnya.Aliran-aliran itu timbul karena perbedaan faham tentang ketuhanan Tritunggal,tentang injil,dan tentang hak kekuasaan gereja dan pedeta yaitu salah satu nya adalah agama Kristen Protestan.
Protestan adalah sebuah mashab dalam agama kisten. Mashab atau denominasi ini muncul setelah protes Martin Luther pada tahun 1517 dengan 95 dalilnya.Kata Protetan berarti Pro-testanum yang berarti kembali ke Injil(testanum).Pada tahun 2005,± 5,9%(14.276.459) dari 241.973.879 penduduk Indonesia beragama Protestan.


Baca Juga:
 Kristen Protestan memiliki 2 ciri khas yang paling menonjol,yaitu pembenaran karena iman,dan Asas Protestan.Dalam konsepsi Protestan,iman bukan sekedar masalah kepercayaan,yaitu diterimanya suatu pengetahuan sebagai hal yang pasti,tanpa perlu ada bukti.Iman adalah suatu tanggapan seluruh diri manusia,yang dalam kata-kata Emil Brunner disebut sebagai:”suatu keseluruhan tindakan dari seluruh pribadi.”Dengan demikian,iman menyangkut suatu gerak naikdari pikiran:khususnya suatu keyakinan akan kekutan kreatif tuhan yang tidak terbatas dan berada dimana-mana.

Baca Juga:

2. Sejarah Perkembangan Agama Kristen Protestan Jumlah penganut agama Kristen protestan 12 juta orang,kira-kira 6% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.Agama Kristen Protestan di bawah naungan bendera Belanda dalam abad 18 dan 19,orang-orang Belanda muncul pada akhir abad ke-16 keseluruh wilayah Indonesia.Pada tahun 1602 bergabunglah kelompok-kelompok dagang di Belanda menjadi sebuah persekutuan perdagangan dengan nama VOC.
Berdasarkan perjanjian dengan negara Belanda mereka boleh membentuk pasukan sendiri,mengumumkan perang,membuat perjanjian dan mencetak mata uang sendiri.Dan bersarkan perjanjian ini juga VOC harus melakukan segala sesuatu untuk menyebarkan agama Protestan.Dibawah pemerintahan VOC kegiatan agama Katolik dilarang.Tetapi keadaan ini berubah setelah kekusaan VOC berakhir pada abad ke-18.


BACA JUGA: 7 Perkataan Yesus di Kayu Salib


3. Kondisi Agama Kristen Sekarang
Sepeninggal Yesus, kepemimpinan orang Kristen diteruskan berdasarkan penunjukan Petrus oleh Yesus. Setelah Petrus meninggal kepemimpinan dilanjutkan oleh para uskup yang dipimpin oleh uskup Roma. Pengakuan iman mereka menyebutkan kepercayaan akan Allah Tritunggal yang Mahakudus, yakni Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh kudus, Gereja yang satu, kudus, katolik, apostolik; pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.
Setelah itu, Gereja Kristen mengalami dua kali perpecahan yang besar: yang pertama terjadi pada tahun 1054 antara Gereja Barat yang berpusat di Roma (Gereja Katolik Roma) dengan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur) yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Turki). Yang kedua terjadi antara Gereja Katolik dengan Gereja Protestan pada tahun 1517 ketika Martin Luther memprotes ajaran Gereja yang dianggapnya telah menyimpang dari kebenaran.
Banyak denominasi Gereja kini menyadari bahwa perpecahan itu justru menyimpang dari pesan Yesus yang mendoakan kesatuan di antara para pengikutnya (lihat Injil Yohanes 17:20-21, "Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.") Doa ini kemudian menjadi dasar dari gerakan ekumenisme yang dimulai pada awal abad ke-20.

Baca Juga:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel