GEREJA DAN NABI PALSU “Iman Kristen Vs Ajaran Sesat”



GEREJA DAN NABI PALSU
Iman Kristen Vs Ajaran Sesat

“Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian juga di antara kamu akan ada juga guru-gru palsu. Mereka akan memasukkan pangajaran-pengajaran sesat yang membinasakan bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka”.  (2 Petrus 2:1)
Menggemparkan. Media massa, baik cetak maupun elektronik, dihangatkan dengan munculnya Tujuh Nabi Palsu, yakni: Nimrot Lasbaun (pimpinan) sebagai Kuda Putih alias Anak Domba, Nehemia Ludji Wadu sebagai Nabi Yesaya, Nataniel Hendrik Ngahu sebagai Imam Besar, Ruben Huki Hawu sebagai Rasul Paulus, David Agustinus sebagai Nabi Yeremia, Kornelis Basten Baitanu sebagai Panglima Rezin (Malaikat), Meon Nabutonis sebagai Rasul Yohanes (Timex edisi 3 Juni 2009; hal.1).

Ini benar-benar sangat irasional. Bagaimana tidak, Nimrot Lasbaun yang mengklaim diri sebagai Kuda Putih alias Anak Domba itu yang sekaligus akan menjadi kendaraan bagi Tuhan Yesus ketika turun ke dunia untuk menghakimi bumi dan segala isinya pada tahun 2011 (menurut ajaran mereka) melarang keenam anggotanya untuk mengikuti kebaktian pada hari sabat (minggu) sebagai hari perhentian bagi umat kristiani setelah bekerja selama enam hari. Selain itu, si Kuda Putih juga tidak memperbolehkan anggota-anggotanya untuk mengikuti perjamuan kudus.
Sudah barang tentu berita yang menarik namun tidak menggembirakan itu, telah menodai ajaran agama kristiani di mata dunia.
Meskipun demikian, kita sebagai orang beriman, jangan sekali-sekali  mengkategorikan itu sebagai musibah. Sebab ada tertulis bahwa segala sesuatu terjadi atas seizin Allah Bapa kita yang ada di Sorga. Seperti kata bijak, setiap persoalan pasti ada hikmahnya. Karena itu, selain sisi negatif tersirat juga sisi positifnya dari persoalan ini. Itulah sebabnya saya mengajak kita, menyimak dampak-dampaknya seperti berikut ini.

Baca Juga:


DAMPAK POSITIF Nabi Palsu

Ada tertulis……….:”menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu dan kefasikan mereka”. (Yudas 1:18).

Dengan pernyataan Firman Tuhan di atas, mengisyaratkan kepada kita bahwa kerajaan Allah sudah dekat.
Hal ini dapat mencelikkan mata iman kita agar “berjaga-jagalah sebab kerajaan Allah sudah dekat”. Meskipun di bagian lain Allah berfirman, “tidak seorang pun tahu tentang datangnya hari atau saat itu hanya Bapa saja”, (Markus 13:32). Dan datang seperti pencuri di malam hari. Tetapi dengan tanda-tanda itu Allah ingin membangunkan umat-Nya dari tidur mereka yang panjang, dari persahabatan dengan kemewahan dunia, seperti miras, free sex, KKN, KDRT, perzinahan, pembunuhan, penyembahan berhala dan lain sebagainya yang tidak berkenan di hadapan Allah yang tentunya dapat mendukakan hati Allah Bapa di Sorga. Sebab Allah berfirman, “janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu”. (Roma 2:2).

Oleh sebab itu, “hendaklah kamu juga siap-sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga”. (Matius 24:44). Dan serahkanlah segala kekuatiran mu kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kamu (1 Petrus 5:7).

DAMPAK NEGATIF Nabi Palsu

Munculnya tujuh nabi palsu sebagaimana tersebut di atas, tentu saja perbuatan yang melanggar hukum. Selain itu, hal yang terkait erat dengan ajaan sesat itu, menodai ajaran agama kristiani. Tidak salah lagi jika hal itu disebut “Penyesat”, karena tata cara beribadah saja bertolak belakang dengan iman kristiani sementara agama yang mereka anut adalah sama. Misalnya dengan melarang orang untuk mengikuti kebaktian pada hari sabat, tidak boleh mengikuti perjamuan kudus dan mereka juga mengajarkan bahwa dunia akan kiamat pada tahun 2011 padahal menurut iman kristen tidak seorang pun tahu tentang datangnya hari atau saat itu kecuali Bapa. (Markus 13:32).

Disamping itu, munculnya nabi palsu itu pula dapat merongrong iman mereka yang kurang percaya akan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Karena dengan alasan itu bisa saja mereka menyangkal dan meragukan kebenaran firman Tuhan.


BACA JUGA: 7 Perkataan Yesus di Kayu Salib


Oleh sebab itu, dalam menyikapi persoalan ini pribadi kitalah yang menentukan dimana kita kelak. Tapi yang terpenting adalah kita harus percaya bahwa Yesus Alfa dan Omega; Yang Awal dan Yang Akhir (Wahyu 22:13). Karena itu WASPADALAH dan “serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu”,
(1 Petrus 5:7). Dan ingat bahwa “bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan matanya tetapi Tuhan melihat hati”.(1 Samuel 16:7b).


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel