LAPORAN KKN UNDANA DI DESA TUAPUKAN



LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA
PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
PERIODE SEMESTER GANJIL TAHUN 2011


SUB UNIT           : DUSUN I, II, III DAN IV
UNIT                    : DESA TUAPUKAN
KECAMATAN    : KUPANG TIMUR
KABUPATEN     : KUPANG
PROVINSI          : NUSA TENGGARA TIMUR











KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat da pertolongnanNya, sehingga laporan KKN-PPM ini dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam meyelesaikan penulisan laporan ini, penulis mendapatkan banyak bimbingan dari banyak pihak. Oleh kerana itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1.        Non Marunduri selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pemikiran dalam membimbing penulis;
2.        Bapak Drs. Paulus Isliko, M. Si selaku Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Nusa Cendana;
3.        Bapak Ir. Chris M. Pelokilla, MP selaku Ketua Panitia Pelaksana KKN Universitas Nusa Cendana tahun 2011; 
4.        Bapak Adrianus Ndun selaku Kepala Desa Tuapukan;
5.        Masyarakat desa Tuapukan Seutuhnya yang telah membantu penulis dalam pelaksanaan KKN-PPM di Desa Tuapukan;
6.        Seluruh teman- teman KKN-PPM periode ketiga (Oktober-Desember) Tahun 2011; khususnya K’ Ian, K’ Lis, K’ Rina, Aci, K’ Ayu, K’ Sofi,K’ Nur, K’ Jen, Geby, Roky, Herad, Teny, Isna, Aya, Wiwin, Oan, Fred, Melan, yang telah banyak memberikan dukungan;
7.        Buat teman- teman terbaikku FISIP NEGARA. Serta seluruh pihak yang telah membantu baik materi maupun moril, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu Hanya doa dan ucapan terima kasih, semoga semuanya diberkati Tuhan,

Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini mampu memberi manfaat bagi pembaca dan pihak yang membutuhkan. Tuhan dengan kasih-Nya yang tidak berkesudahan memberkati kita semua.


                                                                                                Kupang, Desember 2011

Penulis



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Program
Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang berperan aktif untuk membanggun daerah baik daerah propinsi, kabupaten, kecamatan, desa dan Desa. Sehingga bisa mendorong dan  meningkatkan suatu perubahan pembanggunan daerah.
Dalam upaya pembanggunan yang sudah diprogramkan atau direncanakan oleh pemerintahan daerah maka Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang sebagai lembaga pendidikan  tinggi yang berasaskan kemampuan akademik dan profesinalisme ikut partisispasi dalam memberikan kontribusi yang berarti untuk pembangunana daerah yang merupakan manifistasi "TRIDARMA PERGURUAN TINGGI" yang salah satunya adalah kegiataan pekan pengabdian masyarakat yang diwujutkan melalui kegiatan Kuliah  Kerja Nyata(KKN).      
Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dituntut untuk membawa misi UNDANA, sebagai salah satu lembaga yang dapat menerapkan dan mensosialisasikan berbagai disiplin ilmu kepada masyarakat. Disamping itu juga mahasiswa dapat belajar dari pengalaman yang didapatkan dalam KKN untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa itu sendiri.
KKN merupakan mata kuliah wajib yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk dapat memperoleh gelar Sarjana (S1) pada sebagian perguruan tinggi, salah satunya adalah Universitas Nusa Cendana (UNDANA). Pelaksanaan KKN merupakan penjabaran dari Tridarma Perguruan Tinggi Yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Salah satu program KKN  yang diadakan oleh Universitas Nusa Cendana adalah KKN-PPM  yang berbasis masyarakat yang dilaksanakan di desa-desa atau Desa. Sasaran utama adalah masyarakat dan pemerintah desa atau Desa  setempat.
Salah satu lokasi program KKN–PPM Universitas Nusa Cendana (UNDANA) yang dilaksanakan pada periode semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 yaitu di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Program KKN-PPM yang dilaksanakan oleh Universitas Nusa Cendana (UNDANA) adalah program Kuliah Kerja Nyata dan Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM). Kegiatan KKN Pemberdayaan Pemebelajaran Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Sasaran. Masalah yang dihadapi baik itu sosial budaya, ekonomi politik maupun administrasi. Selain itu dapat membantu pelaksanaan program Desa dan mendampingi penyusunan serta membantu pelaksanaan program pembangunan.

1.2. Tujuan dan Kegunaan
a.    Tujuan
1)      Tujuan
Adapun tujuan serta kegunaan penyusunan program hasil kegiatan KKN-PPM sebagai berikut:
Ø  Untuk mengetahui perencanaan serta pelaksanaan program kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.
Ø  Untuk mangetahui gambaran hasil pelaksanaan program kegiatan KKN-PPM di Desa Tuapukan.
Ø  Untuk mengetahui gambaran keadaan umum lokasi Desa Tuapukan pada saat pelaksanaan kegiatan.
2)      Kegunaan
Ø  Sebagai bahan pertimbangan bagi pihak LPM untuk memberikan penilaian kegiatan KKN-PPM yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa.
Ø  Sebagai bahan informasi bagi berbagai pihak, baik bagi pemerintah, masyarakat, maupun akademika.











BAB II
GAMBARAN UMUM DESA TUAPUKAN
2.1  Profil Desa Tuapukan
Secara geografis, Tuapukan merupakan salah satu Desa di wilayah Kecamatan Kupang Timur,  Kabupaten Kupang, yang terletak di jalan Timor Raya Km. 24. Desa Tuapukan memiliki luas 1 x 1 km dengan batas wilayah antara lain :
a.       Bagian Utara berbatasan dengan Kelurahan Merdeka
b.      Bagian Selatan berbatasan dengan Desa Oefafi
c.       Bagian Timur berbatasan dengan Kelurahan Merdeka
d.      Bagian Barat berbatasan dengan Kali Pemancar
Dengan wilayah administrasi yang terbagi atas 4 (Empat) Dusun, 8 (Delapan) RW, dan 16 (Empat Belas) RT dengan penjabaran sebagai berikut :  Dusun I dengan nama “Felanusa “(RW 01 -02, RT 1-4), Dusun II “Ingggurala” (RW 03-04, RT 5-8), Dusun III “Tuarala” (RW 05-06, RT 9-12), dan Dusun IV “Sanggandolu” (RW 07-08, RT 13-16
Dalam rangka menjalankan roda pemerintahan, Desaa Tuapukan memiliki perangkat Desa yang berjumlah 4 orang yang terdiri dari : satu orang kepala Desa (Sementara dijabat oleh seorang Karteker), satu orang sekretaris, dan dua orang KAUR (KAUR Pemerintahan dan Kesejahteraan), serta perangkat Desa lainnya yaitu: para kepala Dusun yang terdiri atas 8 rukun warga dan 16 rukun tetangga.

2.2  SEJARAH TERBENTUKNYA DESA TUAPUKAN
Terbentuknya Desa Tuapukan berawal dari nama Tuadale yang merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Pemberian nama Tuadale dapat dilatar belakangi oleh adanya rentetan peristiwa yang terjadi pada masa lampau sehingga hal itu tidak bisa ditiru oleh siapapun juga. Tuadale berasal dari bahasa Rote Oenale yang artinya masyarakat hidup di dalam pohon lontar.
Tuadale bermula darisatu bentuk perkumpulan kecil yang diawali dengan kedatangan nenek moyang mereka dari pulau Rote (Markus Malu, Lasiama, Kapaoe). Ketiga orang inilah yang pertamakali membersihkan Tuadale yang kemudian disususl oleh keluarga yang lainnya termasuk masyarakat pendatang yang lainnya dan berawal dari ± 18 Kepala Rumah Tangga (KK) yang dipimpin oleh Nokik di Babau. Pada tahun 1901 orang-orang Rote sudah berada di Tuadale di bawah naungan Babau dan dipimpin oleh Nokik. Selanjutnya Tuadale dipimpin oleh temukung yang bernama Lasarus Mbeo dan akhirnya nama Tuadale diganti menjadi Tuapukan, yang terdiri dari dua suku kata yaitu: Tua artinya Tuak dan Pukan artinya kumpulan. Jadi Tuapukan berarti orangn-orang yang hidup dalam perkumpulan pohon-pohon tuak yang banyak.
Sebelum Tuadale diganti dengan nama Tuapukan, temukung Lasarus Mbeo berusaha agar Tuadale terlepas dari Babau. Dengan kerja kerasnya, maka masyarakat Tuadale begitu makmur pada waktu itu. Dan akhirnya diputuskan dari Babau untuk Tuadale bardiri sendiri hingga sekarang. Saat itu masih  di bawah dipimpin temukungLasarus Mbeo. Pada masa jabatnnya terdapat banyak kendala yakni batas wilayah dan masalah air bersih karena masyarakat Tuapukan mengambil air bersih sampai di Babau dan diberi nama Oli Nama.
Tuapukan merupakan bagian dari ke 9 ketemukungan yang pernah memimpin Tuapukan dan diantara 1 temukung diangkat menjadi kepala Desa pertama dalam wilayah kemenakan (Raja).
Pada masa pemerintahan tradisional, terdapat 9 temukung yaitu sebagai berikut.
Tabel 1 temukung Desa Tuapukan.
No.
Nama Temukung
Masa Jabatan
1
Temukung Nokik
Tahun 1901- 1918
2
Temukung Lasarus Mbeo
Tahun 1918- 1936
3
Temukung Zeth Nalle
Tahun 1936- 1938
4
Temukung Fredik Bunda
Tahun 1938- 1940
5
Temukung balu Londa
Tahun 1940- 1942
6
Temukung Jeremias Lenggu
Tahun 1942- 1943
7
Temukunng Sui Ndeman
Tahun 1943- 1944
8
Temukung Kristopel Mbeo
Tahun 1944- 1954
9
Temukung Arnoldus Sine
Tahun 1954- 1978
Sumber : Masyarakat Desa Tuapukan
Pada tahun 1962, pemerintah mengambil suatu kebijakan untuk menyeragamkan sistem pemerintahan tradisisonal yang dipimpin secara turun temurun menjadi sistem pemerintahan modern yang berdasarkan pada demokrasi Pancasila dengan berdasarkan peraturan-peraturan tersebut.
Maka, sejak tahun 1964 terbentuklah Desa Tuapukan dan dalam pemerintahan Desa Tuapukan sudah terjadi 5 kali pergantian Kepala Desa, diantaranya:
1) Arnoldus Sine, menjabat dari tahun 1954-1978, yang bermula dari Temukung dan kemudian diangkat menjadi kepada desa yang pertama.
2) Martinus Nggadas, menjabat dari tahun 1978- 1995
3) Martinus Mbeo, menjabat dari tahun 1995- 2003
4) Ayub Matias Sula, menjabat dari tahun 2003- 2006
5) Jacob Sine, menjabat dari tahun 2006- 2008 (status sebagai karteker karena kepala desa definitif belum terpilih)
6) Esaf Dakabesi, manjabat sebagai karteker dari tahun 2008- september 2011.
7) Adrianus Ndun, menjabat sebagai karteker dari oktober 2011- sekarang.

Adapun kendala dan keuntungan yang dialami oleh kepala desa Tuapukan dari tahun ke tahun hingga sekarang.
1.      Arnoldus Sine sebagai Kepala Desa pertama sampai ditahun 1978, memimpin desa Tuapukan dengan masalah air pada masyarakat Tuapukan tidak memadai atau tidak memenuhi kebutuhan akan air bersih. Selain itu, maslah pengerasan jalan pun ikut menghambat proses pembangunan di wilayah ini.
2.      Martinus Nggadas, adalah Kepala Desa yang ke- dua yang memimpin dari tahun 1978-1995 mendapat masalah batas wilayah Ddesa Tuapukan. Maslah yang berlarut-larut hinggah terjadi kerusuhan dengan Desa tetangga yang kemudian diselesaikan oleh Camat Filipus Na’u dengan keputusan bahwa tanah tersebut adalah milik Desa Tuapukan. Selain itu juga, ada masalah yang datang dari pengungsi eks- Timor Timur yang diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Masalah-maslah lainnya seperti ditahun 1983-1984, mengadakan kerja sama dengan dua desa yakni Desa Oefafi dan Desa Babau untuk membuka lahan Sawah yang berada di lokasi Desa Oefafi dan diberi nama Batu Oe yang artinya nama tiga desa tersebut. Selain itu, proyek penanaman Lontar sebanyak 25 Ha yang diresmikan oleh Camat Filipus Na’u. Pada tahun 1985 terjadi pemekaran dusun, sehinggah dari 2 dusun yang ada menjadi 4 dusun dan masing-masing diberi nama sebagai berikut: Dusun I diberi nama Felanusa yang artinya membangun bangsa dan negara; Dusun II diberi nama Inggurala yang artinya semua informasi dan kegiatan berpusat di sana; Dusun III diberi nama Tuarala yang artinya hidup di dalam Tuak; dan Dusun IV diberi nama Sangga Ndolu yang artinya harus satu hati, aman dan damai.
3.      Martinus Mbeo, kepala desa ke 3 yang memimpin Desa Tuapukan dari tahunh 1995 sampai dengan tahun 2003. Pada saat kepemimpinannya, masalah yang Ia hadapi adalah maslah batas wilayah desa dan tidak berhasil untuk mencari kepala desa selanjutnya. Sehingga diganti dengan karteker atau pejabat sementara (PJS).
4.      Ayub Matias Sula, adalah karteker pertama yang diangkat oleh Camat sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 untuk menjadi pimpinan sementara di Desa Tuapukan yang bertujuan untuk menjalankan administrasi Desa dan untuk memfasilitasi proses pemilihan kepala desa baru atau kepala desa definitif, namun yang terjadi jauh dari apa yang diharapkan oleh masyarakat. Kepala desa definitif tidak berhasil dipilih.
5.      Jacob Sine, adalah Karteker kedua yang diangkat oleh Camat menggantikan Ayub Matias Sula sejak tahun 2006 sampai tahun 2008. Maslah yang terjadi sama pula seperti pada masa jabatan Ayub Matias Sula yakni tidak berhasil memfasilitasi pemilihan kepala desa definitif.
6.      Esaf Dakabesi, adalh Karteker ketiga yang diangkat oleh Camat untuk menggantikan Jacob Sine dari tahun 2008 ssampai oktober 2011. Selama masa kepemimpinan bapak Esaf Dakabesi, masalah yang terjadi pun sama yakni gagal menyukseskan pemilihan dan pelantikan kepala desa definitif.
7.      Setelah masa jabatan dari Bapak Esaf Dakabesi berakhir pada oktober 2011, yang menjabat karteker adalah Bapak Adrianus Ndun yang diangkat dan dilantik oleh Camat pada tanggal 17 oktober 2011. Bapak Adrianus Ndun ini yang sekarang menjabat sebagai karteker ke-empat di Desa Tuapukan.
Demikian sejarah terbentuknya Desa Tuapukan dari sistem pemerintahan Temukung hingga sistem pemerintahan Demokrasi saat ini. Apabila ada kesalahan dan kekeliruan dalam penulisan di atas, kami atas nama Mahasiswa KKN-PPM Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang periode Oktober- Desember 2011 memohon agar dapat diperjelas dan ditambah agar bisa menjadi pegangan bagi generasi penerus Desa Tuapukan.
NARA SUMBER :
MARTINUS NGGADAS      :           Tokoh Adat
JEREMIAS NDUN                :           Tokoh Masyarakat
GABRIEL PANDIE              :           Tokoh Masyarakat
KEVIN E. NALE                   :           Aparat Desa
SAMUEL NGGADAS          :           Tokoh Masyarakat
FILIPUS KOTTE                   :           Kepala Dusun I
DANIEL ADOE                    :           Tokoh Masyarakat
FOLKES NGGADAS                       :           Kepala Dusun II

2.3  Kependudukan
Perubahan penduduk disuatu wilayah pada dasarnya dipengaruhi oleh 3 (Tiga) faktor yaitu : kelahiran, kematian, dan migrasi (Perpindahan penduduk antar wilayah), sehingga berdasarkan data dar Dokumen Rencana Pemb angunan Jangka Menengah Desa (RPJM – DES) tahun 2011 – 2015 jumlah penduduk di Desa Tuapukan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Laki – laki       :  1892 Jiwa
Perempuan      :  2031 Jiwa
Jumlah             :  3923 Jiwa
Dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 802 KK. Kepadatan penduduk mencapai 4 per kilometer yangb tersebar di 4 wilayah dusun. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel 2. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin
No
Jenis Kelamin
Jumlah (Jiwa)
Persentasi (%)
1
Laki -Laki
1892
48,23
2
Perempuan
2031
51,77
3
Jumlah
3923
100
Sumber : Hasil Sensus Penduduk

Tabel di atas menunjukan bahwa jumlah penduduk perempuan di Desa Tuapukan lebih banyak yakni 2031 jiwa sementara penduduk laki – laki berjumlah 1892 jiwa. Penduduk Desa Tuapukan termasuk desa dengan jumlah penduduk yang cukup padat dengan wilayah desa yang tidak terlalu luas. Adapun pengelompokan jumlah penduduk Desa Tuapukan menurut kelompok umur dapat dilihat pada table berikut :





Tabel 3. Klasifikasi Penduduk Menurut Kelompok Umur
No
Kel. Umur
Jenis Kelamin
Jumlah
Persentasi (%)
Laki - Laki
Perempuan
1
0 -12 Bulan
15
19
34
0,87
2
1 – 15 Tahun
373
437
810
20,65
3
16 – 30 Tahun
504
469
973
24,80
4
31 – 45 Tahun
455
488
943
24,04
5
46 – 60 Tahun
456
579
1035
26,38
6
61 – 75 Tahun
78
79
157
4,00
7
>  75 Tahun
1
0
1
0,03
Jumlah
1892
2031
3923
100
Sumber : Hasil Sensus Penduduk

Berdasarkan data  di atas maka dapat diketahui bahwa Penduduk di Desa Tuapukan didominasi oleh kelompok umur 46 – 60 tahun sebanyak 1035 jiwa atau 26,38 % dan kelompok yang relatif sedikit yakni kelompok umur di atas 75 tahun sebanyak 1 jiwa yakni 0,03 %.

2.4  Sumber Daya Alam
Kondisi iklim di wilayah kabupaten kupang pada umumnya sama. Demikian pula dengan kondisi iklim di wilayah Desa Tuapukan, dimana keadaan iklimnya termasuk beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin muson dengan musim hujan yang tidak menentu. Curah hujan rata – rata mencapai 1mm per tahun dengan suhu udara 300C dengan kelembapan relative yaitu 10 %. Volume curah hujan tidak terlalu tinggi terutama pada musim kemarau sehingga ketersediaan air permukaan di daratan tidak cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat melakukan penggalia sumur.







1.      Peternakan
Tabel 4. Klasifikasi Ternak Pemeliharaan
No
Ternak
Jumlah Pemilik
Jumlah Populasi
1
Sapi
5 Orang
73 Ekor
2
Babi
377 Orang
563 Ekor
3
Ayam Kampung
615 Orang
1139 Ekor
4
Kuda
17 Orang
68 Ekor
5
Anjing
186 Orang
214 Ekor
6
Kambing
69 Orang
77 Ekor
                             Sumber : Kantor Desa Tuapukan
2.      Pertanian
Tabel 5. Klasifikasi Hasil Pertanian
No
Hasil
Luas (ha)
Jumlah
1
Jagung
407
¼ Ton/ha
2
Ubi Kayu
1
2 Ton/ha
                                             Sumber : Kantor Desa Tuapukan

Tabel 6. Klasifikasi Tanah Kering
Jenis                     
Luas Lahan (ha)
Ladang
-
Pemukiman
-
Pekarangan
3725375m2
                                        Sumber : Kantor Desa Tuapukan

Tabel 7. Klasifikasi Tanah Fasilitas Umum
Jenis
Luas Lahan
Kebun Desa
2500 ha/m2
Sawah Desa
2500 ha/m2
Perkantoran Pemerintah
150 ha/m2
Tempat Pemakaman Umum
100 ha/m2
Bangunan Sekolah
11500 ha/m2
Fasilitas Pasar
250000 ha/m2
Jalan
36000 ha/m2
      Sumber : Kantor Desa Tuapukan

Tabel 8. Klasifikasi Kepemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan
Jumlah keluarga yang memiliki tanah pertanian
387 Keluarga
Jumlah keluarga yang tidak memiliki tanah pertanian
415 Keluarga
Jumlah keluarga yang memiliki tanah pertanian kurang dari 1 ha
113 Keluarga
Jumlah keluarga yang memiliki tanah pertanian 1,0 – 5,0 ha
169 Keluarga
Jumlah keluarga yang memiliki tanah pertanian 5,0 – 10 ha
73 Keluarga
Jumlah keluarga yang memiliki tanah pertanian lebih dari 10 ha
32 Keluarga
Jumlah total keluarga petani
802 Keluarga
Sumber : Kantor Desa Tuapukan

Tabel 9. Jenis Komoditas Buah – buahan Yang Dibudidayakan
Jenis Komoditas
Luas Lahan
Mangga
2 ha
Pepaya
1 ha
Pisang
2 ha
Nangka
1 ha
Lontar
5 ha
                   Sumber : Kantor Desa Tuapukan

3.      Perkebunan
Tabel 10. Klasifikasi Tanah Perkebunan
Jenis
 Luas Lahan
Tanah Perkebunan Rakyat
-
Tanah Perkebunan Negara
-
Tanah Perkebunan Swasta
-
Tanah Perkebunan Perorangan
120
Sumber : Kantor Desa Tuapukan

Tabel 11. Klasifikasi Kepemilikan Lahan Perkebunan
Jumlah keluarga yang memiliki tanah perkebunan
73 Keluarga
Jumlah keluarga yang tidak memiliki tanah perkebunan
415 Keluarga
Jumlah keluarga yang memiliki tanah perkebunan <10 ha="" span="">
73 Keluarga
Jumlah total keluarga yang memiliki tanah perkebunan
146 Keluarga
            Sumber : Kantor Desa Tuapukan

Tabel 12. Luas dan Hasil Perkebunan Menurut Jenis Komoditas
Jenis Komoditas
Luas Lahan (ha)
Lontar
5
Pisang
2
Mangga
2
Nangka
1
Pepaya
1
     Sumber : Kantor Desa Tuapukan

4.      Lahan
Selain Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Desa Tuapukan. Desa ini juga memiliki potensi lahan (SDA) sebagai penunjang kehidupan masyarakat. Antara lain : tanah perkebunan seluas 120 ha dengan hasil hutan, lontar 25 ton/tahun serta gula lontar 250 ton/tahun.

Jenis dan Kesuburan Tanah
Warna Tanah Sebagian Besar             :  Hitam
Tekstur Tanah                                     :  Lempungan/ Pasiran/ Debuan
Tingkat Kemiringan                            :  -
Lahan Terlantar                                   :  50 ha/m2

5.      Kehutanan
Luas lahan menurut perorangan 673 ha

2.5  Sumber Daya Manusia
Pendidikan merupakan awal yang paling penting bagi manusia jika ingin bersaing di era yang dikatakan “perang pengetahuan”. Melalui pendidikanlah terjadi proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai budaya sambil meningkatkan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sangat menentukan potensi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Di samping itu, faktor usia menjadi salah satu tolok ukur sumber daya manusia yang tersedia. Dalam hal ini masyarakat yang masih tergolong dalam usia produktifitas (16 -60). Dengan demikian keadaan sumber daya manusia yang ada pada Desa Tuapukan dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 13. Klasifikasi Tenaga Kerja Menurut Kelompok Umur
Kelompok Umur
Jenis Kelamin
Laki – Laki
Perempuan
18 -56 tahun yang sudah bekerja
714
88
Total yang sudah bekerja
802
            Sumber : Kantor Desa Tuapukan
2.6   Keadaan Ekonomi
Desa Tuapukan merupakan salah satu desa yang memiliki mata pencaharian penduduk yang beranekaragam. Adapun mata pencaharian penduduk Desa Tuapukan adalah sebagai berikut :

Tabel 14.Klasifikasi mata pencaharian penduduk Desa Tuapukan
No
Mata Pencaharian
Jenis Kelamin
Jumlah
Laki - Laki
Perempuan
1
Petani (Iris Lontar)
215
-
215
2
Buruh Migran
2
11
13
3
PNS
20
9
29
4
Pengrajin Industri Rumah Tangga
3
-
3
5
Pedagang Keliling
3
12
15
6
Peternak
5
-
5
7
Nelayan
14
3
17
8
Montir
3
-
3
9
Pembantu Rumah Tangga
-
2
2
10
TNI
3
-
3
11
PORLI
5
-
5
12
Pensiunan PNS, TNI, PORLI
18
5
23
13
Pengusaha Kecil dan Menengah
42
24
66
14
Dukun Kampung Terlatih
-
4
4
15
Dosen Swasta
1
-
1
16
Arsitektur
1
-
1
17
Guru Swasta
3
7
10
18
Karyawan Perusahaan Swasta
13
7
20
19
Karyawan Perusahaan
2
-
2
20
Petani Kebun/Sawah
206
-
206
21
Tukang Kayu
24
-
24
22
Tukang Batu
41
-
41
23
Penjahit
2
4
6
24
Sopir
12
-
12
25
Buruh Tukang
67
-
67
Jumlah Keseluruhan Penduduk : 802 Orang
     Sumber : Kantor Desa Tuapukan
2.7  Sosial Budaya
1.      Agama
Sebagaimana halnya di beberapa desa, penduduk Desa Tuapukan juga memeluk agama yang berbeda – beda. Dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 15. Jenis – Jenis Agama Yang Dianut Mayarakat Desa Tuapukan
No
Jenis Agama
Jumlah
Persentasi (%)
1
Kristen Protestan
1900 Orang
48,43
2
Kristen Katolik
2021 Orang
51,52
3
Islam
2 Orang
0,05
Jumlah Keseluruhan
3923 Orang
100 Orang
Sumber : Kantor Desa Tuapukan
Berdasarkan tabel di atas maka mayoritas penduduk  Desa Tuapukan adalah penduduk beragama katolik (Hal ini dipengaruhi oleh jumlah warga Ex – Tim – Tim yang berdomisili di Desa Tuapukan), atau sekitar 51,52 %. Sementara yang beragama Kristen Protestan relatif lebih kecil yaitu 1900 orang atan 48,43 %, dan jumlah terkecil yaitu penduduk yang beragama islam sebanyak 2 orang atau 0,05 %
2.      Pendidikan
Pendidikan merupakan awal yang paling penting bagi manusia jika ingin bersaing di era yang dikatakan “perang pengetahuan”. Melalui pendidikanlah terjadi proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai budaya sambil meningkatkan kualitas hidup manusia. Adapun sarana pendidikan yang ada di Desa Tuapukan adalah sebagai berikut :

Tabel 16. Jenis Prasarana Pendidikan
No
Sarana Pendidikan
Jumlah
1
PAUD
2
2
Taman Kanak - Kanak
1
3
SD
1
4
SMP
1
5
Perpustakaan Desa
1
Jumlah
6
Sumber : Kantor Desa Tuapukan
Semua Prasarana pendidikan yang dapat dilihat pada table di atas semuanya terletak pada wilayah Dusun I


3.      Kesehatan
Adapun beberapa sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki oleh Desa Tuapukan yaitu sebagai berikut :

Tabel 17. Sarana dan Prasarana Desa Tuapukan
No
Sarana Prasarana
Jumlah
Keterangan
1
Puskesmas Pembantu
1
Tidak difungsikan
2
Posyandu
6
Baik
3
Paramedis
2
Ada
4
Dukun Bersalin Terlatih
4
Ada
5
Bidan
1
Ada
Sumber : Kantor Desa Tuapukan
2.8  Pemerintahan Desa
Struktur organisasi Pemerintah Desa Tuapukan terdiri atas 3 (Tiga) kepala urusan (KAUR), 4 Dusun, 8 Rukun Warga (RW), dan 14 Rukun Tetangga (RT)

Struktur Organisasi Pemerintah Desa Tuapukan






BPD
 

KEPALA DESA
 
 
                    -------------








 


















a.       Sarana Prasarana Pemerintahan Desa
Tabel 18. Sarana Kantor Desa
No
Fasilitas
Jumlah
Keterangan
1
Balai Desa
-
Tidak Ada
2
Ruang Kerja
6
Baik
3
Penerangan
1
Rusak
4
Kamar Mandi
2
Rusak
                         Sumber : Kantor Desa Tuapukan
b.         Inventaris Desa
Tabel 19. Inventaris desa
No
Barang
Jumlah
Keterangan
1
Mesin Tik
3 Unit
Baik
2
Meja
7 Buah
Baik
3
Kursi
75 Buah
Baik
4
Almari Arsip
2 Buah
Baik
5
Kendaraan Dinas
1 Unit
Baik
            Sumber : Kantor Desa Tuapukan















BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1       Kesimpulan
Dari hasil laporan kegiatan di atas dapat disimpulkan :
1.    Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat ( KKN–PPM ) yang berlokasi di desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, telah di laksanakan ± 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal 19 Oktober s/d 19 Desember 2011.
2.    Semua program baik individu maupun kelompok telah terlaksana dengan baik dengan partisipasi dari pemerintah dan masyarakat sekalipun banyak tantangan yang dihadapi baik dari segi daya maupun dana.
3.    Kendala yang berupa tantangan pada saat KKN dapat diantisipasi dengan baik, demi suksesnya berbagai kegiatan yang telah direncanakan dalam program kerja maupun yang tidak direncanakan.

3.2. Saran
Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan beberapa saran yang kiranya berguna bagi lembaga Perguruan Tinggi/Universitas, pihak Desa maupun bagi kepentingan masyarakat.
1.      Bagi lembaga Perguruan Tinggi/Universitas
·       Diharapkan penempatan mahasiswa KKN selajutnya tidak hanya pada daerah    perkotaan tetapi dapat di bagi pada daerah Kabupaten.
·      Perlu adanya partisipasi aktif secara langsung dari pihak Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat khususnya, untuk terlibat secara langsung memantau kegiatan mahasiswa di lokasi KKN.
2.      Bagi pihak Desa Tuapukan.
·      Perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara pihak desa terhadap masyarakat melalui peran aktif dari ketua RT maupun RW serta tokoh masyarakat untuk dapat hadir dalam berbagai pertemuan sehubungan dengan informasi-informasi penting agar dapat disosialisasikan bagi warga setempat. Perlu ditingkatakan partisipasi aktif  dari masyarakat dalam menjalanankan program pengembangan  desa.
3.      Bagi masyarakat setempat
·      Menumbuhkan pentingnya kesadaran akan lingkungan yang bersih dan sehat mulai dari tempat tinggal masing-masing sampai ke tempat-tempat umum.






________________________________________  
KONTRIBUTOR/PENULIS: Sdr. Elkana Goro Leba, MPA. Artikel ini disesuaikan dari berbagai sumber, Mohon maaf bila ada kesalahan pengutipan atau informasi yang kurang tepat karena "TIADA GADING YANG TIDAK RETAK". Terima kasih, karena sudah mampir. Salam!
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR DI BAWAH.
________________________________________ 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel