Terima Kasih Guruku!

puisi tentang guru



Di zaman dahulu, ada suatu bangsa yang beranggapan bahwa manusia baru bisa dididik pada usia empat tahun. Menurut mereka bahwa anak usia satu tahun belum bisa dididik karena ia ibarat raja kecil yang kerjanya hanya berbaring dari pagi sampai malam dan dikagumi serta dimanja setiap orang. Demikian juga anak yang berumur dua atau tiga tahun, belum bisa dididik, karena menurut mereka, ia ibarat seekor babi jorok, yang tangannya ingin memegang segala seuatu, lalu menjilat apa saja yang bisa dipegangnya. Jadi usia yang tepat adalah saat ia berusia 4 tahun. Tapi bagi saya pribadi, sejak dalam kandungan sekalipun anak sudah bisa dan harus dididik. 

Terima Kasih Guruku!


Ketika terfokus pada Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI), 5 Oktober yang lalu, ternyata pada sisi lain kita diperingati pula sebagai Hari Guru Sedunia. Bagi insan guru, makna hari guru ini dapat menyadarkan ingatan kita tentang fungsi dan tugas guru cukup strategis dalam menyiapkan SDM unggul. Sekaligus memberi dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan bahwa keberlangsungan generasi di masa depan ditentukan oleh guru.

Menurut UNESCO, Hari guru Sedunia (World Teachers’ Day) mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang diampilkan demi peran vital guru yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi. Hari Guru Sedunia sudah semestinya dikenal dan dirayakan di seluruh dunia. Sudah ada lebih dari seratus negara yang memperingati Hari Guru Sedunia. Bahkan juga sudah banyak organisasi yang terus mengkampanyekan kepada masyarakat tentang kontribusi profesi pengajar atau guru tersebut.


Hari Guru Sedunia sendiri sebenarnya berkaitan dengan suatu peristiwa bersejarah pada tanggal 21 September-5 Oktober 1966. Yaitu diselenggarakannya konferensi antar pemerintah di Paris yang dihadiri oleh wakil dari 76 negara anggota UNESCO termasuk Indonesia dan 35 organisasi internasional.

Konferensi tersebut menghasilkan rekomendasi tentang status guru yang dikenal dengan ILO/UNESCO, Recommendations Concerning the Status of Teachers. Isi rekomendasi tersebut diantaranya menekankan pada profesionalisme dan kesejahteraan guru khususnya dinegara-negara berkembang.

Profesionalisme guru menjadikan profesi guru tidak asal-asalan, tapi memiliki bekal pengetahuan dan sejumlah kompetensi memadai, diantaranya pedagogis. Guru harus mencintai profesinya secara total dan tulus. Jangan sampai memilih profesi guru adalah merupakan pilihan kedua di tengah sulitnya mencari pekerjaan.

Nasib Guru

Mungkin sudah saatnya pemerintah kita lebih memikirkan nasib para pekerja yang berada dibidang pendidikan ini. Melihat betapa beratnya beban memikul tanggung jawab sebagai pencerdas bangsa namun dibalik itu ternyata masih banyak faktor yang terlupakan.

Memang sekarang dibawah komando pemerintahan Presiden SBY, Penghasilan Guru di Indonesia sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan tambahan remunerasi dan insentif yang merupakan penghargaan tersendiri bagi para pemikul tanggung jawab sebagai guru pendidik pencerdas bangsa.

Sayangnya, ada beberapa hal yang menjadi kontras, manakala sistem penghargaan dan penggajian yang bagus bagi sejumlah Guru. Tidak serta merta diikuti dengan peningkatan kesejahteraan para pegawai dan juga para Honorer Non-PNS yang berdiri dibelakangnya, terlebih adanya kasus yang mencuat di awal tahun ini yang memangkas habis secara tidak langsung anggaran yang berhubungan dengan pendapatan para Pegawai dan Honorer Non-PNS.

Ironi, ditengah kebahagiaan dan kesejahteraan fungsional Guru yang diperhatikan secara lebih baik oleh pemerintah, namun di sisi lain banyak para Pegawai dan Honorer yang hidupnya hanya mengandalkan jatah anggaran yang sangat tidak layak. Sebuah keputusan pemerintah yang salah, karena memangkas anggaran dan telah Menguburkan nasib serta kesejahteraan para Pegawai Non-PNS yang juga bekerja di kalangan institusi pendidikan bahkan sebelum mereka mati.

Semoga saja ditahun-tahun kedepan, pemerintah bisa lebih memikirkan kelayak-kan kesejahteraan para Pegawai Non PNS ini, sekalipun mereka hanya pekerja biasa dimata pemerintah, namun mereka pun turut andil dan berjasa dalam menjaga kelangsungan pendidikan di Indonesia agar dapat berjalan lebih baik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel